Sinopsis Big Episode 8 (Part 2)

Sunday, July 1, 2012

Drama korea "Big" di korea selatan telah sampai pada penayangan di episode 8 pda tanggal 26 Juni 2012. Dan pada penayangan episode kedelapan ini, "Big" mendapat rating 7.8% dari TNmS Media Korea dan 7.9% dari AGB Nielsen, bila dibanding dengan penayangan episode ketujuhnya, "Big" mengalami penurunan rating.


Karena saya membagi postingan sinopsis "Big" episode 8 menjadi dua bagian, jadi karena Sinopsis Big Episode 8 (part 1) sudah diposting, maka untuk kali ini saya akan melanjutkan part ke duanya.
Da Ran melihat Ma Ri sedang  duduk menangis di restoran. Dia lalu menghibur Ma Ri dan mengatakan kalau Choong Shik sudah ditemukan. Ma Ri pun mengatakan kalau dia  menangis bukan karena Choong Shik tapi karena Kyung Jae sangat marah dengannya. Kyung Jae marah padanya karena dia sudah  berbohong lagi. Ma Ri menceritakan  ketika ayahnya dan ibunya berencana untuk menikah, ia berbohong pada Kyung Joon. Dan itu yang menyebabkan  ibu Kyung Joon meninggal. Ma Ri merasa kalau ibunya Kyung Joon meninggal karena dirinya.  
Ceritanya, ayah Mari berencana melamar ibu Kyung Joon dan mereka pun tahu rencana itu. Ma Ri  mengatakan kalau mereka berdua  tidak ingin orangtua mereka menikah (karena Ma Ri menyukai Kyung Joon dan tidak ingin dia menjadi kakak tirinya, sedangkan Kyung Joon tidak tidak ingin orang tua mereka menikah  karena dia tidak ingin kehilangan ibunya karena ayah Ma Ri), karena alasan itulah Ma Ri mempunyai rencana dengan berbohong dengan mengatakan kalau dia sakit, sehingga ayahnya tidak bisa datang ke acara pertemuan dengan ibunya Kyung Joon, sedangkan Ma Ri meminta Kyung Joon juga melakukan sesuatu agar ibunya juga tidak datang.
Da Ran pergi ke rumah Kyung Jae dan melihat  dia duduk di halaman. Kyung Jae mengungkapkan apa yang sudah terjadi pada Da Ran, dia juga menceritakan tentang ibunya. Dia mengatakan kepada ibunya kalau  dia tidak ingin dia pergi dan ingin dia tinggal bersamanya. Ibunya  setuju dan mereka meninggalkan restoran bersama-sama malam itu
Diluar restoran, ketika mereka berjalan berdua, ada dua preman mendekati mereka dari belakang, dan tiba-tiba mereka menembak ibu Kyung Joon.
Da Ran berjalan ke belakang Kyung Jae dan memeluk Kyung Jae dari belakang. Kyung Jae mengatakan kalau  bukan karena rencana dia yang terburu-buru saat itu, ibunya tidak akan ditembak preman-preman itu, dan ibunya pasti masih hidup, walau harus mendapati ibunya bersama ayah Ma Ri. Karena dia, ia kehilangan ibunya. Da Ran lalu menghibur Kyung Jae dengan  mengatakan pada Kyung Jae kalau  yang terjadi pada ibunya itu bukan karena salahnya.
Orang tua da Ran, berterima kasih pada guru Na karena membantu mencari Choong Shik. Ae Kyung dan Wakil Kepala Sekolah juga datang bersamanya. Dan terkuaklah cerita kalau ternyata dulu ayah Da Ran adalah rekan sesama guru dengan wakil kepala sekola, dan ibu Da Ran adalah siswi  mereka. Dan ternyata dulu  wakil kepala sekolah  menyukai ayah Ran Da, dan karena itu dia mengatakan kalau  ibu Da Ran tampaknya sekarang sudah terlihat  lebih tua. (waaah,, sekarang bermunculan orang-orang yang menyukai orang tua Da Ran, mau dibawa kemana kah ceritanya.... mari kita lanjutkan.....)
Tiba-tiba orang yang menyukai ibu Da Ran datang juga, dia adalah paman Kyung Joon datang  dan ibu Da Ran pergi untuk menyapa dan menerima pesanannya. Paman Kyung Joon bertanya  mengapa dia tidak mengenalinya, apa karena kumisnya? Paman Kyung Joon dan wakil kepala sekolah  melihat orang tua Da Ran, yang saling memperhatikan satu sama lain, dan mata mereka bertemu dan teringat kembali ke masa SMA mereka. 
Waktu itu, ibu Da Ran adalah seorang  siswa dan dia pergi untuk makan siang dengan gurunya yaitu ayah Da Ran. Paman Kyung Joon dan wakil kepala sekolah  bersembunyi dan menatap iri di lokasi kejadian. Mereka melihat satu sama lain, dan mereka mengenali satu sama lain sekarang. (hmmm,,, apakah ini akan terjadi pada Da Ran dan Kyung Joon, cinta antara guru dan murid... oh nooooo.....)
Choong Shik sedang bersama temannya, dan temannya menasehati Choong Shik untuk menyerah pada Ma Ri, tapi Choong Shik masih tetep kekeuh pada pendiriannya dan dia menolak mengikuti saran temannya. Choong Shik mengatakan kalau Ma Ri akan kembali ke AS dengan Kyung Joon maka dia juga akan berada disana. (ooooooh... cinta Choong Shik untuk Ma Ri begitu besar)
Kyung Jae berjalan keluar rumahnya dan melihat Ma Ri  berjongkok luar. Ma Ri datang untuk meminta maaf dan datang dengan membawa es krim untuk Kyung Joon, tapi sayangnya es krim itu sudah meleleh. Melihat itu Kyung Jae tersenyum dan mengatakan kepadanya kalau  dia tidak menyalahkannya, baik itu karena sudah  menempatkan Da Ran dalam bahaya maupun karena  apa yang terjadi pada ibunya. 
Kyung Jae pun menepuk kepala Ma Ri dan menenangkannya. Ma Ri pun  berjanji mulai sekarang dia akan berhenti melakukan apapun yang tidak Kyung Jae inginkan.(kyung Joon selalu memperlakukan Ma Ri seperti anak kecil.... hehhehe..... tapi mereka cocok)
Da Ran pergi untuk mengunjungi tubuh Kyung Joon di rumah sakit. Dia bertanya pada Yoon Jae,  apa yang harus dia lakukan. Ia teringat pada Kyung Jae yang mengatakan kalau  dia akan mengembalikan Da Ran dan Yoon Jae bersama lagi.
Dirumah sakit juga Da Ran bertemu dengan Se Young dan mengatakan kalau  dia kembali bersama dengan Yoon Jae. Dengan santai Se Young berkata kalau dia akan melihat seberapa jauh Da Ran sanggup menjalaninya.  Dengan percaya diri, Da Ran mengatakan kalau dia  tidak akan goyah lagi. Se Young berkata saat  Da Ran memiliki keyakinan tersebut, maka dia akan mengujinya dan melihat apakah keyakinan itu akan masih terus bertahan. Da Ran mengatakan pada Se Young, untuk silahkan saja melakukannya, dan Da Ran tidak akan menyerah.
Kyung Jae pulang dan melihat  Da Ran sedang mencari-cari cincinnya yang hilang di halaman. Kyung Jae menyuruh Da Ran masuk ke dalam rumah, karena diluar begitu panas.  Karena Da Ran tidak juga beranjak, Kyung Jae mendekatinya dan memberi Da Ran kipas, sedangkan tangan satunya mengeluarkan cincin milik Da Ran. Kyung Jae pun menyuruh Da Ran mengambilnya. Da Ran mengaku kalau  hatinya masih berdebar pada Yoon Jae, dan dia pikir Yoon Jae juga  masih menyukai dia. Jadi dia tidak akan goyah lagi.
Da Ran  mengambil cincin itu dan mengatakan pada Kyung Jae kalau  dia akan menikah dengannya. Kyung  Jae mengatakan kalau dia tidak akan menjadi anak yang tidak dewasa lagi dan dia akan menjaganya agar Da Ran bisa bersama dengan orang yang dia cintai.
Mereka masuk ke ruang tamu dan Kyung  Jae jadi penasaran apa yang akan terjadi jika mereka benar-benar menikah dan tahun depan dia masih belum bisa kembali ke tubuh aslinya. Ketika Da Ran akan menaruh cincin itu pada jarinya sendiri, Kyung Jae menghentikannya dan diapun memasangkannya dijari manis Da Ran. Sejak Yoon Jae tidak ada untuk melakukannya dan itu akan menjadi menyedihkan untuk Da Ran melakukannya sendiri, dan Kyung Jae berkata kalau dia  bisa melakukan itu untuknya. Kyung Jae berjanji dia tidak akan lagi baik pada Da Ran. Kyung Jae  tidak ingin Da Ran  melihatnya sebagai Yoon Jae dan terus menginginkan dia. Mereka akhirnya sepakat kalau  ketika ia sudah dewasa secara hukum dan jiwa mereka belum tertukar kembali, mereka akan berpisah.
Ma Ri kembali untuk menemui dukun dan kali ini dia meminta jimat lain yang lebih tangguh. Kali ini dia ingin jimat yang bisa mencegah dua orang yang bersama akan saling  jatuh cinta satu sama lain. Dukun bertanya apakah Ma Ri sedang mencari jimat untuk memecah dua orang yang sedang jatuh cinta? Ma Ri mengatakan dia menginginkan  jimat yang bisa menjaga dua orang yang akan menikah tapi tidak saling mencintai.
Se Young pergi menemui ibu Yoon Jae dan mengatakan kalau dia masih ingin berhubungan baik dengan keluarga Yoon Jae, walaupun Yoon Jae nantinya sudah menikah. Se Young juga mengatakan kalau dia  ingin bertemu dengan ayah Yoon Jae saat ia  kembali ke Korea, dengan alasan karena ayah Yoon Jae adalah  seorang dokter terkenal yang sangat Se Young kagumi. Se Young melihat buku “Miracle” dan bertanya buku tentang apa itu. Ibu Yoon Jae menjelaskan kalau  gambar buku itu digambar oleh ayah Yoon Jae ketika Yoon Jae masih anak-anak. Ibunya Yoon Jae juga  menjelaskan cerita tentang dua malaikat yang melindungi satu sama lain. Jika satu malaikat menyelamatakan malaikat yang lain, maka malaikat lainnya dapat menyelamatakan yang lain. (hmm,, jangan-jangan..... Kyung Joon dan Yoon Jae saudara tiri... hmm....)
Persiapan pernikahan sedang berlangsung, dan Choong Shik tahu kalau Ma Ri  berencana untuk menghadiri pernikahan dengan mengenakan gaun putih pendek yang membuatnya tampak seperti pengantin wanita. Choong Shik lalu berkata kalau Ma Ri  akan mencuri perhatian dengan memakai gaun pengantin itu, tapi Ma Ri  tidak terpengaruh dan tetap kekeuh dengan  mengatakan ia berencana untuk memakainya dan berdiri tepat di samping pengantin pria. Choong Shik mengatakan kalau itu  akan membuat pengantin pria bingung mengenai siapa yang menjadi pengantinnya, dan memang itulah maksud dari Ma Ri.
Kyung Jae dan Da Ran sedang  membahas bagaimana acara  pernikahan mereka besok. Kyung Jae minum air Vitamin sementara Da Ran minum  bir. Da Ran mengatakan kepadanya kalau  dia akan membuka sekaleng bir untuk Kyung Joon  ketika dia berumur 21, tapi sampai saat itu mereka harus tetap dengan batas-batas. Kyung Jae setuju. Jika hari itu datang  tapi dia dan Yoon Jae belum tertukar kembali, maka mereka harus minum bir satu sama lain dan kemudian berpisah. Setelah itu merekapun  kemudian bersulang.
Waaah, ternyata acara pernikahannya tidak di tampilkan, tapi hanya diperlihatkan kalau pada meja koleksi batu keluarga Da Ran sudah dipasang foto Yoon Jae dan Da Ran.
Kyung Jae mengantar Da Ran ke bandara. Semua orang mengira mereka akan bulan madu bersama, tapi ternyata Da Ran akan pergi ke China sendirian sementara Kyung Jae tetap berada di rumah. Da Ran menyuruh Kyung Jae untuk mencari Ma Ri, karena Ma Ri sudah lama menghilang dan absen dari sekolahnya, dan tidak lupa juga, Da Ran mengingatkan Kyung Jae, agar tidak terlihat oleh orang-orang yang mengenalnya.


Kyung Jae menurunkan Da Ran  dibandara dan Da Ran pun  berjanji kalau dia akan mengambil  gambar Tembok Besar China untuknya. Setelah Da Ran  berjalan masuk, Kyung Jae bergumam kalau Da Ran memang tidak menyukainya, karena  sampai detik terkahirpun, Da Ran tidak menawarinya untuk pergi bersamanya. Kyung Jae melihat paspor Da Ran yang ternyata tertinggal di mobil, diapun menghentikan mobilnya dan berniat menelpon Da Ran. Kyung Jae pun tertawa karena Da Ran tidak bisa pergi ke China sekarang dan tidak bisa menggunakan bahasa China yang sudah dia pelajari.
Da Ran akhirnya menyadari kalau paspor dan  dokumen perjalanannya tidak ada dan diapun menelpon Kyung Jae, yang memang sengaja menunggu panggilan dari Da Ran di mobil. Namun Kyung Jae yang tidak mau ditinggal sendiri, berbohong pada Da Ran dengan mengatakan kalau dia sudah berada jauh dari bandara. Da Ran memohon pada Kyung Jae, untuk segera kembali dan mengantarkan paspornya ke bandara. Setelah ia menutup telepon, Kyung Jae  terus diam dalam mobil dan tersenyum. Sedangkan Da Ran duduk di terminal dan melihat pesawatnya lepas landas. (Kwkwkkwk.... dasaaaar Kyung Joon....)
Kyung Jae datang dan dengan polosnya  bertanya apakah Da Ran  ketinggalan pesawat. Merekapun  duduk direstoran dekat  bandara, dan mereka makan makanan Cina, itu Kyung Jae lakukan untuk menghibur Da Ran yang tidak bisa menggunakan frase Cina yang ia pelajari. Kyung jae bertanya apakah Da Ran kecewa sudah melewatkan perjalanannya, Kyung Jae pun menyarankan untuk menggantinya dengan melakukan perjalanan bulan madu bersama dengannya.
Ibu Yoon Jae di telepon dengan mantan suaminya, yang tidak lain adalah ayah Yoon Jae. Ibunya Yoon Jae  kesal karena ayah Yoon Jae  melewatkan pernikahan Yoon Jae. Ibunya bertanya apa yang pebih penting daripada anaknya sendiri? Ayahnya  mengatakan kalau sesuatu yang penting dan mendesak terjadi, dan dia mengatakan kalau ibu dari "anak itu" meninggal. Ibu Yoon Jae kaget. Ayah Yoon Jae mengatakan "Choong Gi" mengalami kecelakaan.
Ibu Yoon Jae bertanya tentang "anak itu" dan ayah Yoon Jae bilang kalau dia sedang mencarinya, dan Yoon Jae akan mengerti mengapa ia melewatkan pernikahan ini untuk situasi ini jika karena "anak itu". Di tempat ayah Yoon Jae terlihat foto yang memperlihatkan ayah Yoon Jae, ibu Yoon Jae, dan seorang anak mungkin itu Yoon Jae. (hmmm,,,, apakah itu Kyung Joon.... hmmmm.... ngarang mode:on)
Kyung Jae dan Da Ran berdiri di terminal bandara dan mengatakan  ke mana mereka akan pergi selama 5 hari ini, untuk menggantikan waktu bulan madu mereka. Tapi Da Ran masih ingin pergi ke Cina dan melihat Tembok Besar sehingga Kyung Jae menyetujuinya. Da Ran bertanya  bagaimana ia kebetulan memiliki koper dan dokumen perjalanan, dan Kyung  Jae mengatakan kalau  dia adalah wisatawan yang berpengalaman dan selalu siap. Da Ran mengaku kalau  dia sebenarnya merasa tidak enak meninggalkan dia sendirian, tetapi dia khawatir kalau dia  terlihat jika ia memintanya untuk pergi bersamanya ke Cina.
Kyung Jae mengatakan kalau  dia seharusnya bertanya sebelumnya, dan dia akan senang hati pergi bersamanya. Da Ran  pikir canggung untuk bertanya bulan madu, dan itu membuat Kyung Jae menggoda kalau  dia tidak akan memintanya untuk melakukan apa-apa seperti pasangan lain pada bulan madu mereka. Da Ran malu dan pergi dengan beralasan akan mengambil uang dari mesin ATM. Dia mengakui kalau  jantungnya berdebar cepat ketika Kyung Jae menginginkan mereka bepergian bersama. (hmmmm,,,, Da Ran jangan suka sama Kyung Joon......)
Kyung Jae melihat papan keberangkatan dan kemudian mengambil dompetnya untuk memeriksa uangnya. Dia melihat kembali gambar Miracle  yang ada di dalam dompet. Tiba-tiba, kepalanya pusing. Pada saat yang sama, tubuh Kyung Joon yang ada di  rumah sakit tiba-tiba tersentak ke atas.
Da Ran menemukan Kyung Jae berdiri bingung dan terguncang. Da Ran  bertanya apakah dia baik-baik saja. Kyung Jae  tampak terkejut dan mengatakan kalau  ia berpikir jiwanya kembali ke tubuhnya sendiri tapi itu hanya sesaat. Kyung Jae pun  mengucapkan selamat pada Da Ran, karena sepertinya Yoon Jae dapat kembali segera pada tubuh ini.

0 comments:

Post a Comment

 

Posts Comments

©2006-2010 ·TNB