Sinopsis Jang Ok Jung Episode 2

Monday, April 15, 2013

0 comments
Sinopsis Jang Ok Jung Episode 2 bagian 1, awalnya ªкŭ gak ngeh, kalau ini drama ini bercerita tentang selir He Bin yang jahat di dong yi, walaupun sudah tau bagaimana ceritanya nanti, tapi ªкŭ masih tetap penasaran sama ini drama, bagaimana perjuangan seorang Ok Jung dari versi nya hingga sampai menjadi ratu.

Sinopsis Jang Ok Jung Episode 2


Di istana, putra mahkota kecil berjalan mengendap-endap setelah berhenti di sudut pagar, dia mengeluarkan sebuah pipa untuk merokok, ßềLū♏ sempat dia melakukannya, Dongpyung datang untuk menghentikannya. Dongpyung mengatakan kalau apa yang putra mahkota lakukan itu tidaklah mengasikkan.


Putra mahkota pun berkata kalau seorang laki-laki berumur 12 tahun, dia mulai bertindak keras dan kasar, itulah sebabnya dia mencoba melakukan apa yang dilakukan oleh laki-laki yang mulai beranjak dewasa. Dia meminta Dongpyung untuk memberitahunya tentAng bagaimana menjadi pria kasar.


Dongpyung bersiap mengajarkan putra mahkota untuk menjadi pria kasar. Dongpyung menghentak2an kakinya dan mengumpulkan air ludahnya, setelah itu dia meludahkannya dengan kuat ke depan. Semua dayang memberi tepuk tangan atas apa yang Dongpyung lakukan.

( Uuuuuups.... Sumpah.... ªкŭ jijik sm scene ini..... :( .... )


Dongpyung mengatakan kalau pria kasar umumnya meludah seperti yang dia lakukan, dengan itulah mereka mengukur kekuatan satu sama lain. Selain itu juga Dongpyung mengajarkan juga kalau pukulan pertama sangat penting.


Dongpyung kemudian mengajarkan pada putra mahkota cara meludah.


Untuk cerita lebih lengkapnya bisa teman-teman baca di LINK yang sudah saya sediakan di bawah ini.... :)




Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sinopsis May Queen Episode 36, 37 & 38

Friday, April 12, 2013

0 comments
Sama seperti sebelumnya, untuk drama May Queen ini saya hanya akan meng LINK nya dari blog mbak anis. Yang belum saya posting adalah sinopsis May Queen episode 36, 37 dan 38. Cerita drama ini memang sangat menarik dan patut untuk diikuti sampai habis, kalau enggak bakal rugi, hehhehe. gak mau berlama-lama lagi, inilah cerita kelanjutan drama May Queen. Silahkan Klik LINK di bawah ini:


Sinopsis May Queen Episode 36 ( Bagian 1 ) & ( Bagian 2 )

Sinopsis May Queen Episode 37 ( Bagian 1 ) & ( Bagian 2 )

Sinopsis May Queen Episode 38 ( Bagian 1 ) & ( Bagian 2 )

Sinopsis Yes Captain Episode 18 ( Bagian 2 )

0 comments
Sinopsis Yes Captain Episode 18 ( Bagian 2 ), alhamdulilah bisa memenuhi janji, memposting sinopsis ini malam ini, namun maaf sampai sekarang saya belum bisa memberika gambarnya karena belum sempat. jujur saat me-recap episode 18 bagian 2 ini, aku deg-deg-an sendiri, saat ada ibu hamil lagi yang melahirkan di atas pesawat. mungkin itu untuk pelajaran bagi kita yang menonton, kalo sedang hamil besar jangan naik pesawat, karena belum tentu ada petugas medis yang bisa menangani kita, seorang pramugari tidak belajar cara-cara persalinan, mereka hanya belajar bagaimana melayani penumpang dengan sebaik-baiknya dan tentu saja tentang kondisi pesawat.


Sinopsis Yes Captain Episode 18 ( Bagian 2 ) !!!

Dong Soo sedang bersama Ppo Song menonton tv tentang taman bermain. Ppo Song pun mengungkapkan rasa inginnya untuk bermain permainan seperti itu. Da Jin datang, dan Ppo Song langsung meminta pada Da Jin untuk diajak ke taman bermain karena Ppo Song ingin sekali bermain permainan seperti komedi putar. Da Jin mengatakan nanti Ppo Song kedinginan karena permainan itu out door. Dong Soo langsungmenyela kalau dia tau dimana taman bermain seperti itu yang in door. Mendengar itu Ppo Song langsung merengek pada Da Jin untuk diijinkan pergi.

Dong Soo kemudian mengajak Da Jin untuk membeli kamera baru, agar Da Jin bisa mengambil gambar Ppo Song. Saat melihat satu kamera, Da Jin terdiam, sepertinya  dia teringat pada Yoon Sung. Melihat Da Jin yang diam seperti itu, Dong Song langsung mengalihkan perhatian Da Jin dengan menunjukkan lensa yang dia pegang.

Di taman bermain itu, Ppo Song bermain dengan gembira, Dong Soo pun tak kalah bahagianya bisa bermain bersama Da Jin dan Ppo Song, dia terus mengambi gambar Ppo Song bersama Da Jin. Namun sayang kebahagiaan Ppo Song dan Dong Soo tak sepenuhnya dirasakan Da Jin, dia teringat pada Yoon Sung yang meminta Da Jin percaya padanya saat mereka melakukan pendaratan darurat. Dong Soo dapat melihat kesedihan di wajah Da Jin. 

Dan tanpa di duga, Ppo Song dengan polosnya bertanya tentang ahjusii pinguin, Ppo Song bertanya kenapa Yoon Sung tidak pergi bersama mereka? Dong Soo yang ditanya seperti itu hanya bisa menjawab, nanti mereka pasti bisa bersama-sama. Mendengar itu Da Jin tersenyum menahan tangis. 

Setelah bermain di taman bermain, mereka bertiga pergi ke ruang karoke. Dong Soo dan Ppo Song menari berdua, sedangkan Da Jin hanya duduk melihat mereka, dan terlihat sekali kalau Da Jin belum bisa melupakan Yoon Sung. 

Rute jalan-jalan mereka berakhir di tempat makan. Saat makan Ppo Song terlihat pucat, dia kelelahan setelah bermain seharian. 

Malamnya, Da Jin tak bisa tidur, dia menunggui Ppo Song tidur dengan duduk di sampingnya. Tapi Ppo Song terbangun dia mengeluh kepalanya sakit dan ingin muntah. Da Jin langsung membawa Ppo Song ke rumah sakit. Dengan tergesa-gesa Dong Soo menyusul. 

Da Jin terlihat sangat khawatir, Dong Soo pun menghiburnya. Dokter yang memeriksa Ppo Song keluar dan mengatakan kalau dari gambar pemeriksaan menunjukkan kalau kondisi kesehatan Ppo Song sangat menurun, Ppo Song mengalami pendarahan pada otaknya, dan untuk mengatasinya Ppo Song harus di operasi dan pendonoran darah agar darah Ppo Song tetap normal. 

Da Jin tak tahan lagi mendengarnya, dia ingin bertemu dengan Ppo Song, namun dokter mencegah, karena Da Jin tak boleh masuk ke ruang itu dulu. Menangis, Da Jin memohon pada dokter untuk menyelamatkan Ppo Song karena di dunia ini hanya Ppo Song yang Da Jin miliki. 

Setelah mengatakan dia akan berusaha, dokterpun pergi. Da Jin terduduk lemas, sedangkan Dong Soo hanya berdiri disana tanpa bisa berbuat apa-apa. Dong Soo kemudian duduk disamping Da Jin dan mengatakan kalau Ppo Song pernah bilang padanya kalau Da Jin itu sudah seperti ayah dan ibu bagi Ppo Song. Dong Soo menyemangati Da Jin untuk tidak menjadi lemah, karena dengan cara terus melindungi Ppo Song itu lah cara yang terbaik. 

Di Air Wings, Da Jin mengajukan cuti pada ketua Tim, karena alasan dia harus menjaga Ppo Song. Saat akan pergi, dia berpapasan dengan Yoon Sung, namun tanpa berkata sepatah katapun, Da Jin berlalu pergi. 

Yoon Sung diberitahu petugas kalau jadwal penerbangan sedang di buat ulang. Saat Yoon Sung bertanya alasannya, petugas mengatakan kalau Da Jin tidak bisa melakukan penerbangan karena adiknya sakit. Mendengar itu tentu saja mengagetkan Yoon Sung. 

Mal Ja sedang minum-minum di cafe ayah Dong Soo. Mal Ja frustasi memikirkan nasif Ppo Song. Dia juga menyesali dirinya sendiri, sebagai bibi dia tidak bisa berbuat apa-apa malah hanya bisa membuat masalah dengan berhutang disana sini. Dan tentu saja ayah Dong Soo mengatakan kalau semua itu bukan salah Mal Ja, dia juga menyuruh Mal Ja pergi ke rumah sakit, dan biarkan cafe nya ayah Dong Soo yang menjaganya. Mal Ja sangat tersentuh dengan semua kebaikan ayah Dong Soo. mereka pun berpelukan.

Dal Ho datang di waktu yang tepat disaat mereka masih berpelukan, dan itu membuat ayah Dong Soo terganggu. Dal Ho datang untuk mengajak Mal Ja pergi ke rumah sakit bersama-sama. Tau Mal Ja akan ke rumah sakit bersama Dal Ho dan Mal Ja yang begitu berterima kasihnya pada Dal Ho karena membawakan makanan untuk Ppo Song, ayah Dong Soo merasa cemburu. 

Yoon Sung pergi ke rumah sakit, dia melihat Ppo Song dari luar. Da Jin mengetahui kedatangannya, dan mereka pun bicara berdua. Da jin bertanya apa Yoon Sung masih punya wajah lagi untuk datang? Tidak menjawab pertanyaan Da Jin, Yoon Sung malah bertanya bagaimana keadaan Ppo Song. Da Jin pun mengungkit kembali kalau Yoon Sung lah yang membuat adiknya seperti itu, selain itu Da Jin juga mengungkapkan kesalahan Yoon Sung yang sudah membuat Da Jin begitu mencintai dirinya. Saat mengatakan itu, Da Jin terlihat lemas, dan itu membuat Yoon Sung khawatir padanya. Namun Da Jin menyuruh Yoon Sung pergi dan menyuruh Yoon Sung untuk tidak muncul di hadapannya lagi. 

Mal Ja yang baru datang bersama Dal Hoo mendengar semuanya. Shock Mal Ja langsung berjalan mendekati Yoon Sung, memukul-mukulnya dan mengatainya. Yoon Sung hanya bisa terdiam disana tak bisa berkata apa-apa, dia menerima semua perlakukan Mal Ja. 

Dong Soo baru saja datang, dan melihat Yoon Sung berjalan lemas. Melihat Yoon Sung, dong Soo langsung mencari Da Jin, karena dia bisa menebak kalau Yoon Sung pasti baru bertemu dengan Da Jin. 

Di tempat tadi, Da Jin terduduk lemas, Mal Ja duduk disamping nya dan mengatakan keprihatinannya, karena Da Jin begitu mencintai Yoon Sung yang ternyata adalah orang yang membuat ibunya meninggal. Da Jin menjawab kalau dirinya  tidak menyedihkan. Mal Ja terjatuh lemas, dia masih shock dengan apa yang baru saja dia ketahui. Dong Soo datang, Dal Hoo lalu menyuruhnya untuk menemani Da Jin, sedangkan dirinya sendiri menemani Mal Ja. 

Karena tahu apa yang baru saja terjadi, Dong Soo bertanya apa Da Jin baik-baik saja, dan Da Jin hanya menjawab kalau dia lapar.  Mereka makan bersama. Da Jin melahap makanannya dengan cepat.  Dong Soo menyuruh Da Jin makan dengan pelan, namun dengan alasan perut kosong, Da Jin tak menghiraukan  Dong Soo. 

Dong Soo mengungkapkan kalau saat kita bahagia dan sedih pasti semua itu akan membuat kita lapar. Da Jin menjawab kalau dia hanya lapar, dan tidak ada alasan lain. Da jin meneruskan makannya dengan menangis, dan itu membuat Dong Soo tak nyaman melihatnya. 

(ngeliat Da Jin makan sambil nangis gitu, aku jadi inget sama Jung Woo di I Miss You, makan sambil nangis)

Setelah makan, Da Jin dan Dong Soo pergi ke pertugas administrasi, untuk mengurus pembayaran ppo Song. Da Jin tahu kalau Dong Soo ingin membantunya, namun dia tidak menerimanya karena dengan alasan kalau hutang ke Dong Soo saja belum dia bayar, mana bisa dia menerima bantuan dari Dong Soo lagi. Karena tak mau terus membohongi Da jin, Dong Soo pun mengatakan yang sebenarnya kalau orang yang membayar hutang Da Jin ke rentenir adalah Yoon Sung bukan dirinya. Mendengar itu membuat Da Jin marah, diamarah karena Dong Soo sudah menyembunyikannya sampai sekarang selain itu juga Da Jin  merasa Dong Soo dan Yoon Sung sama saja, mereka berdua menyombongkan diri kalau mereka banyak uang.  Da Jin bukanlah orang yang suka menerima bantuan, apalagi itu berupa bantuan uang. Da Jin meninggalkan Dong Soo dengan kesal. 

Mereka berada di bandara Los Angles, mereka akan terbang menuju Korea. Saat Yoon Sung membacakan kondisi penerbangan, dia terhenti sebentar dan melihat ke arah Ji Won, saat Yoon Sung akan membacakan kalau salah satu penumpang mereka adalah ibu hamil. 

Terlihat sekali kalau Ji Won masih merasa trauma, saat dia melihat ibu hamil itu masuk ke dalam pesawat. Saat melayani ibu hamil itu juga, Ji Won tak bisa menyembunyikan rasa takutnya. Joo Ri pun dapat melihat ketakutan Ji Won. 

Di tengah perjalanan, ibu hamil itu merasakan kesakitan.  

Joo Ri masuk ke ruang perlengkapan dan melihat Ji Won ketakutan, Ji Won terus bergumam pada dirinya sendiri kalau tidak akan terjadi masalah. Joo Ri dengan santainya berjalan melewati Ji Won dengan senyuman mengejeknya. 

Dengan tergesa-gesa salah satu pramu gari masuk dan memberi tahu kalau ada masalah dengan ibu hamil itu. Ji Won seakan tak percaya mendengarnya dan hampir roboh, dia teringat saat dia menangani ibu Da Jin.  Ji Won sangat ketakutan sampai-sampai dia meneteskan air mata. 

Joo Ri keluar terlebih dahulu untuk melihat ibu hamil itu. Tak lama kemudian Ji Won juga keluar untuk melihat kondisi ibu hamil tersebut, Ji Won melihat kalau ibu hamil tersebut air tubannya sudah keluar. Dengan cepat Ji Won langsung menyuruh Sa Rang untuk menyiapkan tempat medis daruratnya, Ji Won juga menyuruh Joo Ri untuk memberi tahu apa yang terjadi pada Yoon Sung dan juga mencari apa kah diantara penumpang pesawat ada orang medis yang bisa membantu mereka. 

Mendapat pemberitahuan dari Joo Ri, Yoon Sung langsung bertindak cepat, untuk menghubungi tim medis di incheon dan juga menara pengawas agar mereka bisa diberi pendaratan lebih dulu.

Pramugari yang lain juga ikut mencari dari beberapa penumpang yang memiliki pekerjaan di bagian medis. Ada salah satu penumpang yang tertidur dan juga memakai earphone, karena pramugari tak mau menggangu kenyamanannya jadi dia melewatkan orang tersebut.

Da Jin yang berada di kursi penumpang mendengar pengumuman dari Joo Ri, dia pun langsung beranjak dari tempat duduknya untuk mencari tenaga medis yang ada diantara penumpang. Penumpang yang tadi tertidur bangun, mendengar da Jin mencari tenaga medis, penumpang itu langsung berdiri dan mengatakan kalau dia adalah dokter pediatri di salah satu rumah sakit Korea Selatan. 

(pediatri adalah specialisasi kedokteran yang berkaitan dengan bayi dan anak.)

Da Jin membawa dokter itu ke ruang medis, disana Ji Won hanya bisa menangis melihat ibu hamil itu. Da Jin memanggilnya dan menyuruhnya melakukan sesuatu. Ji Won berusaha menenangkan dirinya, kemudian Ji Won mulai memberi perintah pada pramugarinya untuk menyiapkan alat2 yang diperlukan. Ji Won juga meminta bantuan Da Jin untuk menjaga ibu hamil tersebut. 

Sama seperti Ji Won 7 tahun yang lalu, karena terburu-buru dan gugup, Joo Ri menjatuhkan alat-alat medis itu, dan dia langsung memungutnya tanpa membersihkannya terlebih dulu. 

Sampai di ruangan persalinan, Joo Ri langsung memberikan alat-alat tersebut pada Ji Won, melihat kondisi alat-alat tersebut Ji Won tahu pasti kalau alat-alat itu sudah jatuh, sehingga dia bertanya pada Joo Ri apa alat-alat itu disinfected, Joo Ri menjawab ragu. Ji Won pun langsung minta izin dokter untuk men-disinfected alat-alat itu terlebih dulu. 

(disinfected adalah membasmi kuman)

Da Jin mengatakan pada Joo Ri kalau alat-alat itu tidak disinfected, maka akan mengakibatkan infeksi baik untuk sang ibu maupun untuk bayinya. Ji Won pun membersihkan alat-alat itu menggunakan alkohol. 

Di ruang persalinan, sang ibu terus berteriak-teriak untuk mengeluarkan anaknya. Ji Won masuk dengan membawa alat-alat yang sudah dia bersihkan. Walaupun gugup, Ji Won berusaha tenang melayani dokter yang meminta alat-alat yangdibutuhkan. Da Jin melihat semua itu. 

Posisi pesawat sudah di atas incheon, Yoon Sung pun langsung menghubungi menara pengawas, Yoon Sung meminta untuk di dulukan mendarat dan disiapkan petugas medis. Dong Soo yang menerima pesan tersebut langsung melaksanakan perintah Yoon Sung. 

Beralih lagi ke ruang bersalin, ibu itu melahirkan dengan selamat. Ji Won pun menggendong bayi itu untuk diletakkan di samping ibunya. Ji Won lalu melihat ke arah Da Jin dan menundukkan kepalanya pertanda terima kasih, Da Jin pun melakukan hal yang sama. 

Ibu hamil itu lalu mengangkat tangannya untuk meraih tangan Ji Won, Ji Won pun menyambutnya dengan kedua tangannya, dia juga menggenggap tangan ibu itu. Ji Won menangis, Da Jin pun berusaha menahan air matanya. 

Setelah itu, diumumkanlah pada penumpang dan seisi pesawat kalau persalinan berjalan lancar. Dan saat sang dokter keluar, semua orang menyambutnya dengan tepuk tangan. 

Yoon Sung yang mendengarnya pun lega. Ji Won di toilet membersihkan tangannya. 

Dong Soo di menara pengawas, memberi instruksi pada Yoon Sung untuk pendaratan, sehingga pesawat bisa mendarat dengan aman dan selamat. Ibu hamil langsung di bawa ke rumah sakit oleh pada medis diikuti ibunya dan penumpang lain yang berbondong-bondoong keluar dari pesawat. 

Ji Won tidak ikut berbaris bersama yang lain  untuk mengucapkan selamat tinggal pada penumpang, dia terduduk lemas di ruang perlengkapan sendirian. Dia menangis sejadi-jadinya.

Pesawat sudah sepi, dan saat Da Jin akan keluar dia mendengar suara tangisan Ji Won sehingga dia menghampirinya. 

Bersambung......




Sinopsis Jang Ok Jung Episode 1

Thursday, April 11, 2013

0 comments
Jang Ok Jung adalah judul salah satu drama baru yang saya lirik untuk dikupas di blog saya, namun karena kesibukan saya, tulisan saya tentang Yes Captain yang belum rampung juga ditambah lagi karena ternyata sudah ada yang merecap drama yang saya ingin tulis, jadi saya putuskan untuk meng-Link-nya saja. kalau nanti saya ada waktu dan yang menulis belum sempat merecap, saya akan coba menulisnya juga.


Selain Jang Ok Jung, sebenarnya saya juga ingin menulis sinopsis Gu Family Book, saya memang labih tertarik pada drama seuguk karena hampir seluruh drama seuguk ceritanya tidak membosankan, itu yang menjadi daya tariknya menurut saya.


Sinopsis Jang Ok Jung Episode 1 ( Bagian 1 )

Sinopsis Jang Ok Jung Episode 1 ( Bagian 2 )

Sinopsis Gu Family Book Episode 2

0 comments
Sinopsis Gu Family Book Episode 2, saya tertarik banget sama ne drama, dan pengen buat sinopsis nya, tapi ternyata sudah di recap oleh mbak Dee sama Mbak Fanny yang duet, jadi saya pikir mending saya share saja, karena kalau mau ikut-ikutan juga, ntar tulisan saya tertinggal jauh, mana lagi saya lagi fokus sama Yes Captain. So... walaupun hanya menyediakan LINK nya saja semoga bisa mengobati rasa penasaran teman-teman pencinta drama ini.





Sinopsis Gu Family Book Episode 1

Wednesday, April 10, 2013

0 comments
Pertama kali lihat poster drama korea Go Family Book, saya merasa kalau saya sudah banyak tertinggal info drama baru di bulan april ini. Saya tidak tahu kalau Suzy, aktris yg saya tahu aktingnya di Dream High 1, main drama lagi, bahkan ini dramanya yang bergenre seuguk. Penasaran yang terlintas dalam pikiran saya dan bertanya-tanya ne drama sudah tayang apa ßềLū♏. Dan ternyata sudah, saya bahkan sudah tertinggal 2 episode drama ini.


Saya berniat menulis sinopsis drama ini, tapi nanti sinopsis Yes Captain jadi keteteran, karena itu selagi saya merampungkan sinopsis Yes Captain, karena tinggal 2,5 episode lagi, saya hanya akan meng-Link sinopsis drama ini dari blog lain, selain untuk saya sendiri biar gak ketinggalan, tapi juga untuk sahabat dramaku.com yang terus setia membuka blog ini.


Sinopsis Gu Family Book episode 1 ( bagian 1 )

Sinopsis Gu Family Book Episode 1 ( bagian 2 )

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sinopsis Yes Captain Episode 18 ( Bagian 1 )

0 comments
Sinopsis Yes Captain episode 18 bagian 1 ini sebenarnya sudah selesai dari tadi malam, namun karena sinyal modem yang kurang mendukung, jdi saya berencana mempostingnya paginya. Tapi sayang rencana saya harus gagal karena listrik dari pagi sedang tidak bersahabat, mati mulu, jadi saya berinisiatif mempoting.nya via email..... Jadi ♏ααƒ kalau tidak ad gambarnya..


Sinopsis Yes Captai Episode 18 ( Bagian 1 ) !!!!!

Yoon Sung menyuruh Da Jin mendengarkannya bak-baik karena dia hanya akan mengatakannya sekali saja. Yoon Sung mengakui ayah Da Jin adalah gurunya. Dan pada penerbangan pertamanya bersama instruktur Han, karena auto pilot diluar kendali satu orang wanita hamil meninggal di pesawat, dan wanita itu adalah ibunya Da Jin. Namun Da Jin masih tak percaya pada apa yang dikatakan yoon Sung. Yoon Sung mengatakan lagi kalau dia saat itu sedang menggantiikan pilot Han dalam mengendalikan pesawat.

Da Jin mulai lemas, saat Yoon Sung akan mendekatinya, dia langsung berlari masuk ke dalam rumah. Da Jin benar-benar terpukul pada apa yang baru saja dia dengar, dia menangis sejadi-jadinya di gudang.

Yoon Sung masih berada di dalam mobilnya di depan rumah Da Jin, berharap Da Jin keluar untuk menemuinya. Dia berkata lirih kalau dia tak ingin berbohong terus menerus pada Da Jin, dan bertanya apa yang harus dia lakukan untuk bertahan?

Di depan rumah Yoon Sung sudah ada Mi Joo yang membawa tukang kunci untuk membuka pintu rumah Yoon Sung. Mi Joo mempersiapkan makan malam yang romantis untuk dirinya dan Yoon Sung, sepertinya dia ingin merayu Yoon Sung dengan cara itu. Dia juga menggunakan pakaian seksi. Dia menunggu Yoon Sung pulang dengan senang, dia tak henti-hentinya tersenyum sendiri, dia pikir Yoon Sung akan senang dengan kejutan yang dia buat, dia pikir Yoon Sung akan menerima dirinya sebagai kekasih.

Akhirnya Yoon Sung pulang, dan Mi Joo langsung mengatakan surprise. Sudah bisa ditebak kalau Yoon Sung tidak akan tertarik pada apa yang Mi Joo lakukan. Dia menyuruh Mi Joo keluar dari rumahnya.

Mi Joo pun dengan sedih bertanya, apa di mata Yoon Sung sudah tak melihat dirinya lagi, atau semua itu karena Da Jin. Mi Joo juga mengingatkan kalau mereka berdua tidak bisa bersama. Yoon Sung yang tadinya tenang menjadi marah dan mengatakan kalau dia tahu dia tidak bisa bersama dengan Da Jin, karena itu dia memohon pada Mi Joo untuk pergi dari rumahnya, namun Mi Joo tidak mau pergi, dia mengatakan kalau malam ini dia ingin bersama Yoon Sung.

Tanpa bertanya terlebih dahulu Mi Joo langsung memeluk Yoon Sung dan langsung dilepaskan oleh Yoon Sung. Yoon Sung meminta Mi Joo untuk menghentikan semua ini. Dengan marah Yoon Sung membuka bekas luka Mi Joo.

"bekas luka ini, bagimu ini adalah sesuatu, tapi bagiku, ini sama seperti neraka setiap kali mengingatnya. Jadi kumohon.."

"bahkan jika oppa membenciku, aku tetap ingin disisi Oppa sekarang," ucap Mi Joo yang terus memeluk Yoon Sung lagi.

Yoon Sung sudah tak tahan lagi, dia melepas pelukan Mi Joo dan mendorongnya ke lantai. Mi Joo terus berteriak kalau Yoon Sung tak seharusnya melakukan semua itu padanya, namun Yoon Sung tak perduli, dia terus berjalan keluar rumah meninggalkan Mi Joo. Mi Joo benar-benar terlihat marah.

Saat Yoon sung keluar rumah, bertepatan dengan In Tae yang baru saja pulang. Ketika In Tae akan masuk ke rumahnya, Yoon Sung memanggilnya, dan meminta In Tae untuk membawa pergi Mi Joo dari rumahnya. Dengan ekspresi marah, In Tae bertanya apa yang dilakukan Mi Joo di rumah Yoon Sung? Karena Yoon Sung tak menjawab apa-apa, dan itu membuat In Tae naik pitam dan langsung menarik kerah baju Yoon Sung, sekali lagi dia bertanya kenapa Mi Joo ada di rumah Yoon Sung?

Dengan nada marah juga Yoon Sung menyuruh In Tae untuk cepat membawa Mi Joo keluar dari rumahnya, karena Yoon Sung tidak punya rasa ketertarikan sedikitpun pada Mi Joo. In Tae dengan kesal juga mengatakan kalau Yoon Sung tak seharusnya membiarkan Mi Joo menyukai orang seperti Yoon Sung. Yoon Sung menjawab, kalau sudah sering dia katakan tapi tetap saja Mi Joo tak mau mendengar dan mengerti, Yoon Sung sendiri sampai lelah.

Mi Joo akhirnya keluar dengan sendirinya dari rumah Yoon Sung, dan tanpa berkata sepatah katapun pada Yoon Sung dan ayahnya, Mi Joo langsung berjalan pulang. In Tae pun melepaskan cengkramannya dan menyusul Mi Joo pulang.

Di rumah, In Tae mengajak Mi Joo bicara. Sebelum ayahnya mengatakan apapun, Mi Joo langsung memotong dengan mengatakan kalau dia sudah menyerah. In Tae pun kemudian menceritakan cerita antara dia, ibu Mi Joo dan ayah Yoon Sung. In Tae mengatakan kalau selama ini, dia hanya hidup dengan raga ibu Mi Joo, sedangkan hatinya ada bersama orang lain. Dan orang lain itu adalah ayah Yoon Sung.

Ayah Yoon Sung adalah teman In Tae, dan mereka berdua sama-sama mencintai ibu Mi Joo. Namun sayangnya ibu Mi Joo mencintai ayah Yoon Sung. Walaupun begitu Ibu Mi Joo memilih menikah dengan In Tae karena karir, dan ayah Yoon Sung pergi ke luar negeri untuk belajar. Selama menikah, In Tae jarang berada di rumah. In tAe mengaku dia mempercayai ibu Mi Joo, namun setelah ibu membawa Yoon Sung ke rumah mereka, dia goyah. Dia juga memberi tahu Mi Joo kalau ibu Mi Joo menginginkan In Tae untuk mengadopsi Yoon Sung. Setelah kehadiran Yoon Sung, ibu Mi Joo untuk pertama kalinya tertawa pada In Tae, dan pertama kalinya membuatkan In Tae teh.

Mi Joo tidak ingin percaya apa yang dikatakan In Tae tentang ibunya, karena ibunya hanya berkata pada Mi Joo kalau dia akan diberi satu orang teman dan ibunya membawa Yoon Sung. Mi Joo bertanya apa In Tae tidak membaca surat dari ibunya.

In tAe menggeleng dan berkata kalau dia tidak pernah di beri harapan, dan semua yang dilakukan ibu Mi Joo adlaah untuk Yoon Sung. Itulah alasan kenapa In Tae sangat membenci Yoon Sung, karena rasa cemburunya pada Yoon Sung yang merupakan anak dari orang yang sangat dicintai ibu Mi Joo. Sampai-sampai saat menceritakan itu semua pada Mi Joo, In Tae yang keras itu menangis.

Setelah itu Mi Joo seperti berubah, dia tahu apa yang harus dia lakukan, dia juga mengatakan kalau dia tidak akan menjadi seperti ayahnya, dengan nada sinis, Mi Joo mengatakan kalau Yoon Sung sudah mengabaikannya, karena itu seberapa banyak dia sudah disakiti oleh Yoon Sung, maka dia juga akan mengembalikan rasa sakit itu pada Yoon Sung.

Yoon Sung bekerja seperti biasa. Namun saat dia tahu Da Jin tidak masuk karena sakit, dia menjadi panik, sampai-sampai dia hampir tak perduli kalau ada penerbangan yang harus dia lakukan. Yoon Sung berlari namun akhirnya dia berhenti, dia bimbang memilih penerbangannya atau menemui Da Jin.

Ketua Tim menemui Mi Joo dan mengatakan kalau In Tae sudah mendapatkan kotak hitam pesawat yang digunakan Yoon Sung 7 tahun yang lalu.

Dan Akhirnya Yoon Sung memilih melakukan penerbangan dimana posisi co-pilot digantikan oleh Min-Ah. Min- Ah merasa canggung karena Yoon Sung hanya diam saja. Yoon Sung pun akhirnya membuka suara dan bertanya pada Min-Ah tentang penyakit Da Jin. Mendengar pertanyaan Yoon Sung, Min Ah malah heran kenapa Yoon Sung tidak tahu tentang Da Jin. Karena Yoon Sung hanya diam saja, Min Ah pun menjawab kalau Da Jin hanya masuk angin, dan Min Ah pun mengungkapkan kalau Da Jin pasti akan cepat sembuh.

Yoon Sung pun bertanya lagi pada Min Ah, Seperti apa Da Jin itu. Min Ah menjawab, kalau Da Jin itu selalu melakukan apa yang dia suka, tapi yang paling dia inginkan adalah mengoperasikan pesawat.

Dengan ekspresi sedih, Yoon Sung bertanya, apa yang Da Jin suka makan, Min Ah menjawab kalau Da Jin suka makan apa saja, Yoon Sung bertanya lagi kapan Da Jin akan menangis? Min Ah menjawab saat orang tuanya meninggal tiba-tiba. Yoon Sung bertanya lagi, kapan Da Jin tertawa? Min Ah menjawab kalau saat bersama Yoon Sung, Da Jin selalu tertawa. Yoon Sung menahan air matanya. Min Ah pun berkata kalau Da Jin sangat mengagumi Yoon Sung.

Dengan menahan air matanya, Yoon Sung langsung menghubungi menara pengawas. Setelah melakukan perizinan lepas landas, Yoon Sung berkata pada Dong Soo, "rasanya sangat sakit, tolong untuk merawatnya". Dong Soo mengerti apa maksud Yoon Sung, Yoon Sung ingin Dong Soo menghibur Da Jin karena dia sudah mengatakan semuanya pada Da Jin. Dong Soo dan Yoon Sung sama—sama menahan air mata mereka.

Dengan cepat Dong Soo langsung pergi ke rumah Da Jin dan memanggilkan dokter untuk Da Jin. Karena Mal Ja akan pergi, dia meminta Dong Soo menjaga Da Jin. Dong Soo duduk di tempat tidur Da Jin, sat dia ingin membelainya Da Jin menolak. Dong Soo mengatakan melihat air mata Da Jin sangat menyakitkan untuknya.

Da jin membuka matanya, tanpa berbalik ke arah Dong Soo, Da Jin mengatakan kalau Dong Soo pasti sudah tahu semua itu dari awal, Da Jin bertanya sejak kapan Dong Soo mengetahuinya?

Dong Soo menjawab walau dia tahu, dia tak bisa melakukan apapun untuk Da Jin. Dong Soo pun minta maaf dan Da Jin tak bisa menahan tangisnya.

Dong Soo keluar dan menemukan kantong yang berisi kotak makanan di depan rumah Da Jin. Dong Soo melihat Yoon Sung berjalan pergi. Dong Soo mengajak Yoon Sung minum bersama. Dong Soo memberi tahu Yoon Sung kalau Da Jin sudah diperiksa oleh dokter dan sekarang dia sedang tidur. Yoon Sung mengaku kalau dia tidak tahu, rasanya akan sesakit yang dia rasakan sekarang.

Dong Soo dengan menahan rasa kesalnya mengatakan kalau Yoon Sung sudah kehilangan Da Jin sekarang. Yoon Sung mengatakan kalau dia dulu pernah berfikir tak akan jatuh cinta pada Da Jin, Dong Soo menyuruh Yoon Sung untuk terus berfikir seperti itu dan jangan kembali pada Da Jin, jangan sekali-kali Yoon Sung menggangunya lagi, dan jangan lagi mereka saling menyakiti. Yoon Sung tak menjawab, dia hanya terus minum.

Yoon Sung mabuk berat. Dia berjalan pulang dengan sempoyongan, sampai – sampai dia terjatuh. Walaupun Dong Soo membencinya, tetap saja dia tidak tega melihat Yoon Sung seperti itu, dengan marah Dong Soo menyuruh Yoon Sung bangun. Dong Soo mencengkram kerah baju Yong Soo yang masih tergeletak, dengan marah Dong Soo bertanya mengapa Yoon Sung masih ingin bersama Da Jin, bukankah dia yang mengenal Da Jin terlebih dulu? Dong Soo juga tak bisa menghentikan Yoon Sung, dan sekarang Yoon Sung menjadi sedih karena semua itu, Dong Soo meminta Yoon Sung bangkit untuknya.

Yoon Sung yang mabuk berat mengatakan kalau dia tidak sedikitpun sedih, dia juga sedikit tertawa. Melihat Yoon Sung tertawa, Dong Soo memukul Yoon Sung sampai mulut Yoon Sung penuh darah, tapi Yoon Sung terus tertawa dan itu membuat Dong Soo memukulinya terus menerus. (ooooh.... kasian Yoon Sung... dipukuli gitu...)

Dengan lemah Yoon Sung mengatakan kalau dia hanya mengandalkan Dong Soo. dengan menangis Dong Soo menjawab, kalau dia sangat mencintai Da Jin, tapi dia tak bisa melakukan apa-apa untuknya. Dong Soo melepas cengkramannya dan Yoon Sung tergeletak lemas.

Dong Soo memapah Yoon Sung pulang ke rumahnya. Saat Dong Soo akan pergi, langkahnya terhenti karena ngigauan Yoon Sung yang mengatakan "sangat...". Dong Soo seperti tidak tega melihat Yoon Sung yang seperti itu.

Da Jin kembali bekerja dan bertanya jadwal penerbangannya. Ketua Tim yang melihat Da Jin, langsung bertanya tentang kondisi Da Jin apa sudah sembuh. Da Jin menjawab iya. Petugas memberitahu Da Jin kalau jadwal penerbangan Da Jin adalah ke Jepang bersama Yoon Sung. Mendengar itu Da Jin langsung meminta ganti penerbangannya.

Dasar kepo ketua Tim pun bertanya apa yang terjadi antara Da Jin dan Yoon Sung. Tepat di saat itu Yoon Sung datang dengan wajah babak belur. Ketua Tim pun beralih pada Yoon Sung dengan membahas bekas luka di wajah Yoon Sung. Namun Yoon Sung sama sekali tak menghiraukan Tim Ketua, dia beralih pada petugas dan membahas perjalannya ke jepang.

Da jin yang memang tak ingin bersama-sama Yoon Sung langsung berjalan pergi, Yoon Sung langsung mengikutinya. Melihat tingkah Da Jin dan Yoon Sung membuat ketua Tim penasaran.

Yoon Sung memanggil Da Jin, dan Da Jin pun menghentikan langkahnya namun tanpa berbalik pada Yoon Sung, dia meminta pada Yoon Sung untuk tidak berkata sepatah katapun padanya lagi, karena kalau itu masih Yoon Sung lakukan Da Jin tidak tahu apa yang akan keluar dari mulutnya nanti.

Yoon Sung bertanya, sampai kapan Da Jin akan mengindari terbang bersamanya. Yoon Sung meminta Da Jin bisa membedakan mana urusan pekerjaan dan masalah pribadi.

Da Jin berbalik, dia mengatakan semua pemikirannya tentang Yoon Sung yang sekarang, dia menganggap Yoon Sung berpura-pura mencintainya untuk menyembunyikan kesalahannya. Yoon Sung berusaha menjelaskan kalau dia tidak berbohong tentang itu, tapi Da Jin sudah tak ingin percaya pada Yoon Sung lagi.
Da Jin pergi, Ji Won muncul di belakang Yoon Sung, Yoon Sung berbalik dan melihat Ji Won disana. Mereka saling menatap.

Ketua Tim menemui Mi Joo di ruangannya. Dia mengadukan tentang apa yang baru dia lihat tentang Yoon Sung dan Da Jin. Dia juga mengatakan tentang wajah Yoon Sung yang babak belur, mendengar itu Mi Joo sedikit terkejut. Mi Joo tersenyum kecil, sepertinya dia mempunya suatu rencana.

Mi Joo menemui ayahnya, dan meminta ayahnya memberikannya kotak hitam itu. Namun In Tae tidak bisa memberikannya pada Mi Joo karena dia tak ingin membuat Mi Joo seperti dirinya, menjadi orang yang suka menghancurkan orang lain.

Mi Joo mengingatkan lagi apa yang sudah dia katakan sebelumnya, kalau dia tidak akan melakukan cara seperti ayahnya untuk hidup. In Tae berharap Mi Joo tidak menderita setelah menyakiti orang lain, dan dia meminta Mi Joo membiarkan dirinya untuk melindungi Mi Joo. In Tae juga bersedia menggantikan Mi Joo untuk menanggung semuanya. Mi Joo tak bisa berkata apa-apa lagi. ( aku pikir dia tersentuh dengan sayangnya In Tae pada dirinya))

Ketua Tim menunggu Mi Joo di depan pintu. Mi Joo kemudian menyuruh Ketua Tim untuk mengumpulkan semuanya dan mereka akan mengadakan rapat. Sambil duduk ketua Tim berkata tentang nasip Yoon Sung nanti. Ji Won yang ada disana terlihat khawatir.

Ji Won pun langsung menemui Mi Joo, dia langsung bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Dan apa yang mi Joo sebenarnya inginkan? Mi Joo hanya menjawab kalau dia tidak ingin melepaskan orang itu.

Ji Won mengingatkan lagi permintaan Mi Joo yang memintanya untuk menanggung semua kesalahan pada kecelakaan itu untuk menyelamatkan Yoon Sung. Mi Joo dengan tegas mengatakan kalau Ji Won tidak akan bisa menghentikan apa yang akan dia lakukan.

Da Jin masuk ke gudang menemui Dal Ho yang masih sibuk dengan mesin-mesinnya. Melihat raut wajah Da Jin yang tidak bersemangat, membuat Dal Ho bertanya, apa Da Jin punya masalah? Namun Da Jin tidak mengatakan yang sebenarnya, walaupun begitu Dal Ho bisa menebak, kalau Da Jin pasti punya masalah, karena itu dia mengajak Da Jin membahas tentang mesin otomatis pesawat. Dal Ho berbicara panjang lebar, dan Da Jin hanya bisa terdiam, dia sepertinya memikirkan hal lain.

Dalam penjelasan Dal Ho mengenai mesin pesawat terselip nasehat untuk Da Jin. Dal Ho menyuruh Da Jin untuk mengikuti kata hati, dengan begitu perlahan-lahan dia akan menemukan jalan lain. Da Jin menjawab kalau dia juga pernah percaya akan memiliki jalan lain, tapi jalan itu sudah berakhir dan sekarang tak bisa pergi kemana-mana. Dal Ho lalu mengatakan pasti akan ada cara lain untuk menemukannya. 

Powered by Telkomsel BlackBerry®


 

Posts Comments

©2006-2010 ·TNB