Sinopsis Yes Captai Episode 20 ( Bagian 1 )

Friday, April 19, 2013


Sinopsis Yes Captain episode 20 bagian 1 ini, saking penasaran dan pingin menyelesaikan sinopsis Yes Captain ini, akhirnya bisa langsung saya selesaikan, tapi maaf tuk sekarang saya belum bisa memberi gambar, karena mengedit gambar juga butuh waktu. karena itu saya akan meng-share ceritanya terlebih dulu, gambar insya alloh menyusul.


Sinopsis Yes Captain episode 20 bagian 1 !!!!

Ppo Song dibawa ke ruang UGD, Yoon Sung terlihat sangat khawatir. Di atas pesawat, Da Jin berusaha menenangkan dirinya. Yoon Sung berusaha menelpon seseorang. Mal Ja dan Dal Ho tiba di rumah sakit, melihat Yoon Sung membuat Mal Ja terdiam sesaat, tapi dia langsung menuju ruang UGD. Dal Ho bertanya pada Yoon Sung bagaimana keadaan Ppo Song, Yoon Sung menjawab kalau Ppo Song tak sadarkan diri. 

Mal Ja masih maarah pada yoon Sung, dan dengan ketus bertanya kenapa dia ada bersama Ppo Song, dan dimana pengasuhnya? Yoon Sung menjawab kalau pengasuhnya pergi setelah dia datang. Mal Ja marah-marah karena pengasuh itu seharusnya tidak boleh pulang begtu saja. 

Mal Ja menyuruh Yoon Sung pergi, namun Yoon Sung masih ingin menunggu sampai Ppo Song sadar. Dal Ho dapat mengerti, namun Mal Ja dengan sinis mengatakan kalau tak ada yang menginginkan dia ada di sini, dia juga mengatai Yoon Sung muka tebal. Tak mau terjadi keributan, Dal Ho membawa Mal Ja pergi. 

Ppo Song seddang diberi perawatan. Mal Ja dan Dal Ho tertidur menunggu di kursi sedangkan Yoon Sung terus mondar-mandir. Tiba-tiba Da Jin datang dan terus memanggil Ppo Song. Yoon Sung menangkap Da Jin dan berusaha menenangkannya. 

Dengan lemah Da Jin meminta Ppo Song sadar, dan dia berjanji akan mengajaknya ke taman rekreasi, karena Da Jin yang terburu-buru ke rumah sakit di tambah lagi keadaan Ppo Song membuatnya shock membuat Da Jin lemas dan terduduk. 

Mal Ja langsung memeluk Da Jin. Pada Yoon Sung, Da jin memintanya untuk  pergi, Ppo Song tak tahu apa-apa, karena itu dia meminta bertemu dengan Yoon Sung. Yoon Sung pun akhirnya pergi. Tepat disaat Yoon Sung pergi, dokter keluar dan menyatakan kalau Ppo Song tidak apa-apa. Dokter juga mengatakan untung saja orang itu segera membawa Ppo Song kesini. Setelah dokter pergi, Da Jin melihat kebelakang, mencari Yoon Sung namun Yoon Sung sudah tak terlihat lagi. ternyata Yoon Sung bersembunyi di balik tembok, dia lega setelah mendengar penjelasan dokter. 

Saat akan pulang, dia bertemu dengan Dong Soo, diapun memberitahu Dong Soo kalau ppo Song telah melewati masa kritis. Saat akan pergi ke tempat Da Jin, dia menyadari ekspresi Yoon Sung yang sangat terlihat buruk, dan bertanya apa Yoon Sung baik-baik saja. Yoon Sung hanya menjawab, “jagalah dia baik-baik”.

Da Jin dan Dong Soo sudah berada di sisi Ppo Song. Pada Ppo Song Da jin berkata, kalau Ppo Song membuatnya kaget lagi, Da Jin pasti akan marah padanya. Dong Soo ikut berkata pada Ppo Song kalau kakaknya sangat mengkhawatirkannya, karena itu dia menyuruh ppo Song untuk tidur sebentar lalu bangun dan semua nya akan baik-baik saja. Tapi kalau ppo Song tidur terlalu lama, Da Jin juga akan marah. 

Di rumah, In tae kembali memberitahu Mi Joo kalau apa yang akan dia lakukan itu, bisa membahayakan perusahaan. Dengan santai Mi Joo menjawab kalau semakin bahaya, hasilnya juga semakin besar. In Tae bingung kenapa anaknya bisa menjadi senekad itu? In Tae mengungkapkan kalau dia tak ingin melihat anaknya menjadi seperti itu, hanya karena tak mendapatkan kasih sayang. Mi Joo mengatakan kalau dia akan mendapatkan kasih sayang. 

“aku tahu kau tulus padanya, tapi dia tak bisa menerima ketulusanmu dan itu juga fakta. Hidup ini, bukan hanya untuk diri sendiri.”

“aku ingin dia bersamaku seperti waktu kecil. Apa itu salah?”

“ayah bersalah padamu, telah membuatmu merasa kesepian, dan juga tak pernah benar-benar memperhatikanmu. Semua itu salah ayah, tapi... hentikanlah semua ini demi ayah.”

Beralih ke Wing Air. Da Jin menemui Dal Ho. Dal Ho mengatakan kalau Ppo Song juga tegar seperti kakaknya, karena itu Ppo Song pasti bisa bertahan, “ayah dan ibumu pasti akan melindungi kalian, tragedi itu takkan terjadi. Percayalah semuanya akan baik-baik saja.”

“sebelumnya aku tak bisa memahami ayah, benarkah hanya ada cara itu?.”

“ayahmu dalam keadaan apapun selalu berusaha, janganlah ada rasa benci.”

“kenapa aku selalu membenci orang yang kucintai. Benci pada ayah. Sekarang... orang itu juga benci padaku... “

“tak ada yang ingin melakukan kesalahan, itu tak bisa dihindarkan. Saat aku baru menjadi inspektur, tak menjalani tugasku dengan baik, hampir terjadi masalah besar, aku selalu merasa takut setiap teringat kejadian itu. Dia juga demikian, sejak kejadian itu, tak pernah merasa tenang. Takut akan terjadi lagi, takut akan jatuh korban lagi. akan selalu merasa tegang, dan akan selalu begiitu. Jika itu menimpaku, aku takkan bisa lakukan pekerjaanku. Dia pasti merasa tertekan sekali. Ayah dan ibumu akan selalu bersamanya. 

Yoon Sung baru sampai di depan rumahnya, saat dia keluar dari mobil, Mi Joo dari atas rumahnya memanggil Yoon Sung dan bertanya apakah benar Yoon Sung tak mau lagi melihatnya. Yoon Sung tak menjawab.

“aku mengerti, karena terlalu me ncintaimu jadi bisa seperti itu. Aku harap kau mau mengerti. Aku sudah harus pergi. Jika tetap di sisimu, kau takkan ingin melihatku lagi. nanti aku hanya bisa menjadi adikmu.”

Setelah mengatakan itu, Mi Joo langsung masuk kerumahnya, sepertinya dia mengikuti permintaan ayahnya. 

Yoon Sung pun akhirnya mengatakan, “kau selamanya adalah adikku.” 

Di rumah sakit, Ppo Song berkemas-kemas pulang. Dokter juga mengingatkan Ppo Song untuk teratur minum obat. Selain itu suasana hatinya harus selalu tenang dan jika merasa tak enak badan harus segera di bawa ke rumah sakit. 

Ppo Song pun berpamitan dengan anak laki-laki yang ada disebelahnya. Ppo Song juga mengajak anak itu untuk pergi bersama saat dia sembuh nanti, anak itu pun menjawab kalau nanti dia sembuh, Ppo Song harus menjadi pacarnya. Mendengar itu Ppo Song mengeryitkan keningnya dan berkata kalau tentang itu dia harus bertanya pada Min Ho dulu. 

Di rumah sudah ada ayah Dong Soo, Mal Ja dan Dal Ho yang mempersiapkan pesta penyambutan Ppo Song. Mereka semua makan bersama, namun tetap saja jika ada ayah Dong Soo bertemu dengan Dal Ho, pasti bawaannya ribut. LOL

Dong Soo keluar rumah, dan menelpon Yoon Sung mengabarkan kalau Ppo Song sudah keluar dari rumah sakit, dia hanya harus minum obat secara teratur dan suasana hatinya harus tetap tenang. 

Yoon Sung dan DA Jin melakukan penerbangan bersama. Terlihat seorang bapak-bapak berjas, tertidur dan menjatuhkan kertasnya. 

Beralih di rumah sakit, teman laki-laki Ppo Song mengalami masa kritis. Ibunya sangat khawatir dan menyuruh anaknya untuk terus bertahan. Tak lama kemudian seorang perawat masuk dan mengatakan kalau mereka sudah mendapatkan pendonor, sehingga hari ini sudah bisa langsung melakukan operasi. 

Beralih ke menara kontrol, ada seseorang yang menelpon dan meminta untuk segera menghubungi pesawat Wings Air 235. Dan ternyata pesawat itu adalah pesawat yang dikemudikan oleh Yoon Sung dan Da Jin. setelah mendapat informasi, Yoon Sung langsung meminta Ji Won untuk mencari penumpang yang di cari, dan ternyata lagi penumpang yang dicari adalah bapak-bapak berjas yang bernama Kim Jae Kwan. Ji Won pun langsung mengatakan padanya kalau ada seorang pasien, dan dia meminta Jae Kwan untuk mengikutinya. 

Cuaca sedang tidak bersahabat, mendung dan banyak petir. Ji Won membawa Jae Kwan ke ruang kokpit. Yoon Sung pun langsung memberikan telepon dari oorang yang membutuhkan bantuan Jae Kwan. 

Pada Ji Won, Da Jin mengatakan jika terjadi sesuatu akan sulit dibayangkan akibatnya, melihat petir yang terus menyambar, Ji Won mengerti. Da Jin hanya melihat ke arah Yoon Sung yang sedang sibuk sendiri, dia sendiri tak berani mengajak bicara Yoon Sung. Pada pramugari lainnya, Ji Won memberitahu mereka harus selalu berhati-hati, karena cuaca buruk .

Da Jin mencuri dengan apa yang profesor itu katakan, setelah profesor itu menutup teleponnya, Da Jin pun bertanya apa pasien itu bernama Park Ming Yi? Profesor itu mengiyakan. Da Jin mengatakan kalau dia adalah teman adiknya, porofesor itu menambahkan kalau anak itu masih kecil, dia tak tahu apakah anak itu bisa kuat bertahan. 

Tiba-tiba pesawat mengalami goncangan hebat, karena cuaca buruk. Sampai-sampai tempat penyimpanan tas terbuka, namun dengan ceppat Ji Won menangkap koper itu. Ji Won menghubungi ruang kokpit dan memberitahu kalau penumpang mulai panik. Dong Soo yang berada di menara pengawas terus memantau keberadaan Wings Air 235 yang belum juga muncul. Mesin pesawat mengalami masalah, Yoon Sung memutuskan kalau mereka harus segera mendarat. 

Tiba-tiba Da Jin berkata, kalau mereka tidak bisa mendarat di Incheon, berarti anak iitu tak bisa ditolong. Da Jin masih berharap mereka bisa mendarat disana tepat waktu. Karena masih ada 3 mesin berjalan dengan baik.  Yoon Sung menjawab kalau situasi lebih bahaya jika tak segera mendarat.  Yoon Sung dan Da Jin berdebat karena perbedaan pendapat. 

Tepat pada saat itu, Yoon Sung teringat apa yang dikatakan oleh Kapten Han, yang mengatakan karena rasa tanggung jawab, dia membiarkan istrinya meninggal. Dan pada saat itu, Yoon Sung tak menyetujui pendapat Kapten Han. 

“situasi seperti ini harus ambil keputusan secara tenang,” 

“jika tak bisa menyelamatkannya akan merasa bersalah sepanjang hidup, aku tak ingin sepertii kapten, yang hidup dalam perasaan bersalah sepanjang hidup. “

“saat itu aku pecaya dengan keputusannya, jika aku dalam keadaan itu juga, aku akan membuat keputusan yang sama. Sekarang aku merasa keputusanmu tepat, bukankah kau bilang harus saling percaya?”

“aku juga... aku juga percaya pada kapten.”

“untuk menyelamatkan nyawa 300 penumpang dan anak kecil itu, aku akan berusaha.”

“aku mengandalkanmu kapten Yoon Sung”

 Ji Won memberitahu pada pramugari kalau sudah diputuskan akan mendarat di bandara Ren Chuan. Mereka pun langsung melepas anting-anting mereka, dan apa saja yang melekat pada tubuh mereka yang sekiranya membahayakan. 

Ji Won juga mengumumkan ke semua penumpang, kalau pesawat akan mendarat darurat di bandara Ren Chuan, dan Ji Won menginginkan para penumpang mengikuti petunjuk yang mereka berikan, untuk memasukkan semua barang-barang mereka ke dalam tasnya masing-masing.


Di menara pengawas, Dong Soo menyuruh anak buahnya untuk memastikan setiap pesawat yang masuk menggunakan 33 tenaga mesin, dan segera menghubungi bandara. Sekali lagi dia bertanya dimana posisi Wings Air 235 sekarang? 

Yoon Sung meminta Da Jin untuk meminta izin mendarat. Dari menara pengawas, Dong Soo juga sudah bisa melihat keberadaan Wings Air 235, saat Da Jin meminta izin pendaratan, Dong Soo menjawab kalau mereka sudah mempersiapkan semuanya. Namun sayang, karena ada gangguan mesin, pesawat mungkin tak akan aman untuk mendarat. 

Da Jin meminta Dong Soo untuk mencarikan lan dasan yang lain. Dong Soo pun akhirnya memberi izin untuk mereka mendarat, karena dia percaya pada Da Jin dan Yoon Sung. 

“mulai sekarang, aku yang akan menjadi mata kalian.” Ucap Dong Soo. 

Saat akan melandas, Da Jin tak bisa melihat lampu landasan karena kabut, namun Dong Soo langsung menyahut kalau dia bisa melihat Wngs Air 235. 

Di dalam kabin penumpang, para penumpang sudah menundukkan diri mereka sambil memegang leher mereka. Sedangkan pramugarinya duduk dengan tegang di depan mereka. 

Bersambung.... 

0 comments:

Post a Comment

 

Posts Comments

©2006-2010 ·TNB