Sinopsis Yes Captain Episode 19 ( Bagian 2 )

Friday, April 19, 2013


Sinopsis Yes Captain episode 19 akhirnya kelar juga, semoga episode 20 -ny bisa saya selesaikan besok dengan cepat. karena aku dah gatel pengen nulis sinop drama yang lainnya, hehhehe....selain iitu juga aku pengen cepet-cepet nge-share gimana kisah cinta Yoon SUng dan Da Jin, gimana mereka bisa baikan pada akhirnya, karena di episode 19 ini, mereka belum juga saling bicara, walaupun Da jin sudah mulai merindukan Yoon SUng.


Sinopsis Yes Captain Episode 19 ( bagian 2 ) !!!!

Di ruang kokpit, Min Ah memberanikan diri berbicara dengan Yoon Sung. Dia menyalahkan Yoon Sung karena sudah membuat Da Jin begitu percaya dan jatuh cinta padanya, dan setelah semua itu, Yoon Sung baru memberitahu kebenarannya. Sebelum Min Ah mengatakan lebih banyak lagi, Yoon Sung langsung memotongnya dengan mengatakan kalau di ruang kokpit dilarang membicarakan masalah pribadi. Mendapat tanggapan seperti itu dari Yoon Sung, Min Ah langsung mengatakan kalau Yoon Sung sangat hebat, karena setelah dia melakukan semua itu, dia masih bersifat tenang seperti tidak terjadi apa-apa. 

(hmmmmmm...... Min Ah salah besar.... Yoon Sung sangat terpuruk aslinya, tapi karena sikap profesionalitasnya, dia tidak memperlihatkannya pada siapapun, kecuali pada Dong Soo)

Yoon Sung pergi ke toilet untuk mencuci mukanya. Tepat saat keluar, dia berpapasan dengan Da Jin yang baru saja mengambil air minum dari ruang perlengakapan. Mereka terdiam sesaat, dan tiba-tiba pesawat mengalami goncangan, dengan cepat Yoon Sung menangkap Da Jin dan untuk menahan agar tidak terbentuk dinding, Yoon Sung menahan dengan tangannya. Da Jin terdiam, namun setelah tak terasa guncangan lagi, dia langsung melepaskan tangan Yoon Sung dari pundaknya dan langsung pergi tanpa berkata sepatah katapun . Yoon Sung merasa sakit pada tangannya.

Yoon Sung berjalan bersama Da Jin saat masuk ke Wings Air, saat akan mengisi absen dia mendengar Da Jin mendapat telepon yang menyuruhnya untuk segera datang. Da Jin langsung naik bis, dia terlihat sangat gelisah. Dia lagi-lagi mendapat telepon darai orang itu yang menyuruhnya untuk cepat datang. Da Jin terlihat sangat khawatir, dia mengkhawatirkan Ppo Song.

Di rumah sakit, Ji Won berjalan menuju kamar Ppo song dengan membawa sebuah boneka dan buah untuk Ppo Song. Di kamarnya Ppo Song duduk diam menatap makanannya. Sedangkan anak yang di sebelahnya sedang disuapi oleh ibunya. Ibu anak itupun bertanya kapan Da Jin akan datang, Ppo Song pun menjawab kalau kakaknya masih bekerja. Sebelum masuk Ji Won mendengar apa yang dikatakan Ppo Song. 

Melihat Ji Won datang dengan membawa boneka, Ppo Song langsung merasa gembira. Ppo Song masih ingat pada Ji Won, yang sudah pernah dia temui di rumah Yoon Sung. Tau kalau Ppo Song belum memakan makanannya, Ji Won langsung menyuapinya. Dengan gembira Ppo Song memakannya dengan lahap. Ji Won juga memberitahu Ppo Song kalau jadwal penerbangan sedikit tertunda, jadi Da Jin akan terlambat datang. 

Akhirnya Da Jin sampai ke rumah sakit, dia langsung berlari menuju kamar Ppo Song. Di kamar Ppo Song sudah tertidur ditemani Ji Won. Sambil membelai rambut Ppo Song yang tertidur, Ji Won meminta maaf karena sudah membuat Ppo Song menjadi sakit seperti itu. Da Jin akhirnya sampai ke kamar Ppo Song dan langsung terkejut saat melihat Ji Won disana. 

Mereka bicara berdua di ruang tunggu. Ji Won meminta maaf karena dirinyalah  Ppo Song sakit. Namun Da jin sedang tidak ingin membahasnya, dia berterima kasih pada Ji Won karena sudah mengurus Ppo Song. 

Saat Da Jin beranjak untuk pergi, Ji Won langsung berkata tentang Yoon Sung dan Da Jin yang satu sama lain saling memikirkan, walau mereka saling mencintai tapi mereka tak memiliki keberanian untuk bersama. Ji Won juga mengatakan kalau dulu dia pikir, Yoon Sung adalah orang yang berani, sampai-sampai dia berani untuk menyatakan perasaannya pada Da Jin, tapi sekarang dia menjadi tak berani lagi. Selain itu, Ji Won juga mengatakan kalau Da Jin masih lebih beruntung dari dia dan Yoon Sung, Da Jin masih mempunyai keluarga, sedangkan mereka tidak. Karena itu, saat mereka menyadari kalau mereka sudah menyakiti sebuah keluarga, itu sangat terasa menyakitkan untuk mereka. Da Jin pun bertanya bagaimana dia dan Ppo Song? Tak menajwab itu, Ji Won malah mengatakan kalau Yoon Sung tidak ingin dimaafkan, dia hanya ingin berada di sisi Da Jin. Karena saling mencintai, itu membuat Da Jin susah memaafkan Yoon Sung, namun yang seharusnya adalah ketika saling mencintai, seseorang harusnya menjadi lebih mengerti. 

Da Jin sudah akan pergi, tapi Ji Won menghentikannya lagi dengan mengatakan kalau Mi Joo tidak akan pernah melepaskan Yoon Sung, dan orang yang bisa menyelamatkan Yoon sung adalah Da Jin. 

Da Jin kembali ke kamar Ppo Song. Dia terus teringat apa yang dikatakan Ji Won. 

Keesokan harinya, Da Jin menemui Mi Joo dan memintanya untuk tidak memberhentikan Yoon Sung. Da Jin mengakui kalau dia tak ingin bertemu Yoon Sung, tapi memberhentikannya bukanlah jalan keluarnya, Da Jin hanya ingin menjadi pilot hebat tanpa menyakiti orang lain. Dia juga memberi tahu Mi Joo untuk berhenti berusaha menyakiti orang lain. Mi Joo kesal sampai-sampai dia memukul meja. Tak gentar, dengan santai Da Jin mengatakan kalai Mi Joo terlihat sangat menyedihkan. Da Jin juga mengatakan bagaimana bisa Mi Joo mendapat kotak hitam itu, Mi Joo merasa Da Jin mulai mengancamnya. Dengan tenang Da Jin mengatakan kalau keputusan akhir ada di tangan Mi Joo, jika Mi Joo ingin kehilangan semuanya silahkan dia bertindak seperti yang dia inginkan. 

Da Jin berpapasan lagi dengan Yoon Sung, dia melihat tangan Yoon Sung yang diperban, menyadari Da Jin melihat tangannya, Yoon Sung pun langsung menyembunyikannya ke dalam saku celananya. Diapun memiringkan badannya, agar Da Jin bisa lewat terlebih dulu. 

Da Jin sedang melihat-lihat pesawat, diapun teringat pada penjelasan Yoon Sung tentang pesawat ituu. Da Jin sudah berada di ruang kokpit, saat akan menakn tombol, Da Jin teringat pada penerbangan pertamanya bersama Yoon Sung dimana saat itu, Da Jin salah menekan tombol APU. Saking terus teringat pada Yoon Sung, Da Jin tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh kapten pilot disebelahnya. 

Pesawat sudah terbang, saat Da jin akan memberi pengumuman, dia teringat lagi pada Yoon Sung yang melarangnya untuk mengumumkan masalah pribadi. 

Melihat Da Jin yang terus melamun, membuat sang kapten mengatakan, “aku mencintai satu sama lain dan meninggalkan banyak kenangan di ruang kokpit. Suara tangis, tawa semua ada disini. Nyamankanlah dirimu, teruslah maju dan buatlah semua itu jadi pembelajaran. Dan aku harap kapten Han Da jin bisa seperti itu.”

Beralih ke restoran ayah Dong Soo. disana sudah ada Joo Ri yang melayani para pelanggan dengan memakai rok mini. Ayah Dong Soo melihat pada pelanggan yang memperhatikan kaki Joo Ri, sehingga itu membuat ayah Dong Soo merasa tidak nyaman, dia berusaha memberi tahu Joo Ri, tapi tidak secara langsung, namun Joo Ri tak mengerti maksud ayah Dong Soo. 

Joo Ri melayani lagi seorang pelanggan yang mulai tak sopan padanya, Joo Ri menolak namun pelanggan itu tidak juga melepaskan tangan Joo Ri. Ayah Dong Soo pun langsung melepasnya secara paksa. Tapi dasar joo Ri, gak tahu karena dia gak sadar apa gak tau malu, dia masih belum menjauh dari pelanggan tadi, saat pelanggan tadi akan meraih Joo Ri lagi, dengan cepat DongSoo menangkap tangan pelanggan itu. Dia juga menuangkan minuman pelanggan itu ke gelasnnya sampai tumpah-tumpah. Pelanggan itu terlihat marah, namun dia tak berani melakukan apa-apa, mungkin karena badan Dong Soo jauh lebih besar dibandingkan dirinya. 

Joo Ri yang berada di belakang Dong Soo, bukannya merasa bersalah, dia malah senyum-senyum kesenangan. Setelah memarahi pelanggan, Dong Soo menarik Joo Ri ke dapur. Joo Ri masih senyum-senyum gak jelas, tapi waktu Dong Soo bilang, ‘jangan pernah datang lagi’ senyumnya hilang. Dia bertanya kenapa dia tidak boleh datang lagi? Joo Ri langsung menduga apa semua itu karena Da Jin. Karena Da Jin sekarang tidak bersama Yoon Sung lagi. dengan ekspresi sedih, Dong Soo mengatakan walau Da Jin tak bersama Yoon Sung, dia masih belum bisa mendapatkan hatinya. Joo Ri pun menyuruh Dong Soo untuk melupakannya, hal yang sama, yang Dong Soo katakan untuk Joo Ri, jangan berharap terlalu banyak pada dirinya. 

Dong Soo pergi, Joo Ri bertanya pada dirinya sendiri apa yang harus dia lakukan? Karena Dong Soo terlalu dingin padanya.  Kemudian dia menyadari sesuatu, dia merasa benar-benar jatuh cinta pada Dong Soo, karena awalnya dia mendekati Dong Soo hanya karena Dong Soo sudah berubah keren. 

Pesawat  DaJin kembali ke korea, dengan lemas Da Jin meminta izin pendaratan, Dong Soo yang menyambutnya juga menjawabnya dengan tidak bersemangat. 

Saat akan keluar, kapten memberi tahu Da Jin, untuk penerbangan berikutnya Da Jin harus lebih konsentrasi dan bersemangat jangan seperti penerbangan kali ini. 

Saat berada di lokernya, Da Jin seperti mendengar suara Yoon Sung, namun saat dia berbalik, tak ada siapa-siapa di belakangnya. Da Jin lalu teringat pada apa yang dikatakan Yoon Sung malam sebelum Yoon Sung memberitahu tentang kecelakaan itu. Malam itu Yoon Sung bertanya apa yang akan Da Jin lakukan jika langit runtuh? Da Jin saat itu menjawab kalau langit tak akan runtuh. Yoon Sung pun mengatakan kalau baginya, Da Jin adalah segalanya karena itu Da jin tak boleh runtuh. 

Da Jin tidur disamping Ppo Song saat Mal Ja datang. Mal Ja membangunkan Da Jin dan menyuruhnya pulang dan tidur di rumah  karena besok Da Jin akan terbang lagi. 

Di Wings Air Ketua Tim memberi sebuah dokumen pada Da Jin dari  universitas yang dulu pernah dia datangi dengan Yoon Sung. Pihak universitas memintanya kembali, namun karena Da Jin tak mau lagi berurusan dengan Yoon Sung lagi, jadi ketua tim memberikannya pada Da Jin.

Da Jin kemudian menelpon Ji Won dan mengajaknya ketemuan.

Dong Soo sedang ingin membeli minuman, namun saat dia mencari-cari koin dia tidak menemukannya. Tiba-tiba Yoon Sung datang dan memasukkan koin. Setelah itu mereka duduk bersama. Mereka saling membahas tentang ekspresi wajah mereka yang sama-sama tak terlihat bahagia. Dong Soo pun mengatakan kalau Ppo Song ingin sekali bertemu dengan Yoon Sung. Setelah mengatakan itu, Dong Soo pergi. 

Saat bertemu Da Jin tak langsung mengatakan maksudnya mengajak Ji Won bertemu, sehingga Ji Won yang membuka pembicaraan terlebih dulu. Da Jin bingung harus mulai pembicaraan dari mana, jadi dia memutuskan untuk pergi, namun Ji Won mencegahnya, seakan tahu apa yang ingin Da Jin tanyakan padanya, Ji Won langsung membahas tentang Yoon Sung yang sangat behagia saat dia pertama kali menjadi co-pilot. Saat itu, satu-satunya orang yang sangat perduli pada Yoon Sung adalah Kapten Han, ayah Da Jin. Karena Yoon Sung sangat menghormati Kapten han, kecelakaan ituu sangat membuatnya merasa terpuruk. Yoon Sung juga tak tahu kalau Kapten Han mempunyai seorang putri, dan saat dia bertemu dengan Da Jin, Yoon Sung langsung jatuh cinta, sama seperti Da jin yang jatuh cinta padanya. Mendengar itu da jin langsung meralatnya, karena dia tidak mau disamakan dengan Yoon Sung. 

“sekarang aku tak memiliki sunbae, sunbae juga tak punya perasaan padaku. Sekarang hati sunbae hanya untuk kapten. Jadi, janganlah menolak dan tak menghiraukannya” Ji won juga menambahkan kalau sekarang Yoon Sung juga sangat sedih karena kecelakaan itu. Ji Won juga mengungkapkan kalau diia ingin sekali melihat Da Jin tersenyum lagi. da Jin tak mengatakan apa-apa, dia langsung pergi setelah berpamitan. 

Dong Soo pergi berjalan-jalan, di sebuah toko dia melihat sepasang sepatu. 

Da Jin baru saja keluar, dia menghubungi ppo Song dan berjanji akan segera pulang. Sebelumnya dia ada urusan ke universitas terlebih dulu. Da Jin juga mendatangi air terjun yang waktu itu pernah dia datangi bersama Yoon Sung. Sekali lagi, Da Jin mengucapkan permintaan di depan air terjun itu. Dia meminta, “semoga aku dapat menghilangkan  ingatanku, cinta terakhir jadilah cinta terakhir. Semoga aku dapat menghapus semua ingat itu. Ayo hapuslah.... terhapuslah....”

Di rumahnya, Yoon Sung sedang menulis surat pengunduran diri. 

Di kamarnya ppo Song menonton kartun bersama teman disebelahnya. Tak lama kemudian Yoon Sung datang, melihat Yoon Sung, Ppo Song sangat senang. Ppo Song mengeluh, kenapa Yoon Sung baru datang, karena dia sudah lama menunggunya. Ppo Song juga mengatakan kalau kakaknya sedang pergi ke universitas. Pada teman barunya, Ppo Song memperkenalkan Yoon Sung sebagai kapten pilot yang hebat. Teman baru Ppo Song lalu memperkanalkan diri sebagai pacar Ppo Song, mendengar itu Ppo Song malu dan langsung meralatnyan kalau anak laki-laki itu hanya teman. 

Sepertinya anak itu cemburu pada Yoon Sung, terlihat saat Yoon Sung akan menyentuh kepalanya, anak itu menolak, anak itu juga mengatakan kalau dia ingin menjadi pilot yang tampan nanti. 

Yoon Sung lalu mengajarkan membuat pesawat kertas pada Ppo Song dan teman barunya. Dia juga mengajarkan cara menerbangkannya dengan benar. Mereka bertiga bermain pesawat-pesawatan sampai-sampai ruangan itu penuh dengan pesawat kertas yang berwarna warni.

Tepat pada saat iitu Ppo Song merasa pusing, melihat itu Yoon Sung langsung membaringkannya. Pada teman barunya itu, Ppo Song mengatakan kalau piungin ahjussi-nya sangat tampan, tak mau kalah anak laki-laki itu mengatakan kalau ayahnya juga tampan, dan Ppo Song tak mempunya ayah. Mendengar itu Ppo Song terlihat sedih.

Yoon Sung pun langsung mendekati anak laki-laki itu dan mengatakan kalau dia juga tak mempunyai ayah, ayahnya meninggal waktu dia masih sangat kecil, tapi sekarangdia sudah menjadi seorang pilot yang tampan. Anak itupun bertanya bagaimana cara menjadi pilot?

Yoon Sung menjawab untuk menjadi pilot, yang pertama tidak menyerah walau tidak mempunyai orang tua, dan juga tidak mengejek anak lain.  Kedua, selalu baik dengan semua anak kecil. Ketiga, makan makanan yang enak agar tubuh cepat sehat. Anak itu tidak suka dengan syarat yang diberikan Yoon Sung, Yoon Sung pun menambahkan jika semua itu bisa dilakukan dengan baik maka orang itu akan menjadi seorang. Anak itupun akhirnya meminta maaf pada Ppo Song. Ppo Song pun memaafkannya dan mengatakan kalau Yoon Sung pasti akan membawa mereka terbang bersama dengan pesawatnya. 

Da Jin tak bisa langsung kembali ke Seoul karena ada kabut, jadi penerbangan di undur, sehingga dia menyerahkan Ppo Song pada Mal Ja. 

Da Jin tak tahu, kalau yang sedang bersama Ppo Song sekarang adalah Yoon Sung. Ppo Song sudah tertidur. Sama seperti yang dilakukan Ji Won sebelumnya, Yoon Sung meminta maaf karena sudah membuat Ppo Song menjadi seperti itu. 

Saat Yoon Sung akan pergi, kepala Ppo Song seperti jatuh. Yoon Sung berusaha membangunkan Ppo Song, namun Ppo Song tak bangun-bangun.

Di bandara Da Jin menunggu penerbangan dengan gelisah. Dia berusaha menenangkan diri. dia juga mengeluarkan gantungan tas yang dia beli untuk Ppo Song, saat dia mengangkatnya, tiba-tiba seseorang menyenggol tangannya dan gantungan itupun jatuh, gantungan itu hancur, Da Jin memungutnya. Dia dapat merasakan sesuatu ternjadi pada Ppo Song. 

Di rumah sakit, Yoon Sung terus memanggil Ppo Song dengan cemas, Ppo Song sudah dalam perjalanan menuju ruangUGD.

Bersambung.....



0 comments:

Post a Comment

 

Posts Comments

©2006-2010 ·TNB