Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 4 (part 1)

Friday, June 22, 2012

Drama Korea “time slip dr Jin” episode 4 di Korea sudah ditayangkan pada tanggal 3 Juni 2012, dan penayangan episode ke empatnya ini mendapat  rating 16.5 % dari TNmS Media Korea dan mendapat 16.3 % dari AGB Nielsen. Rating yang bagus karena selalu meningkat dari setiap penayangan per episodenya.
Time Slip Dr. Jin episode tiga kemarin berakhir ketiga Jin Hyuk dan Young Rae sedang dalam perjalanan pulang dari desa To Mak setelah menyelamatkan seorang ibu-ibu yang ditabrak kuda. Di perjalanan pulang,  mereka bertemu dengan seorang pria yang muntah dan BAB berupa air. Jin Hyuk mengira itu hanya diare. Namun Young Rae langsung terkejut melihat gejala yang terjadi pada pria tersebut, dia pun mengatakan kalau itu adalah wabah gwejil  (sebutan untuk wabah kolera zaman Joseon). Jin Hyuk yang mendengarnya langsung menyimpulkan kalau gwejil  adalah kolera.
Tuan Kim dan para pejabat lain sedang merapatkan tentang wabah  gwejil. Dokter  Yoo melaporkan kalau sudah banyak mayat bergelimpangan di luar ibu kota. Penderita penyakit itu kebanyakan berasal dari desa To Mak. Ternyata dulu,  5 tahun yang lalu terdapat wabah yang serupa dan memakan puluhan ribu nyawa. Tuan Kim pun bertanya pada dokter Yoo, bagaimana cara penanggulangannya. Dokter Yoo hanya mengatakan kalau  sampai saat ini belum ada pengobatan untuk gwejil, mendengar jawaban dokter Yoo seperti itu, kontan saja membuat Tuan Kim marah. Dokter Yoo pun memberi solusi yaitu dengan cara, semua mayat dikuburkan di luar ibu kota. Dan jika ada penderita gwejil ditemukan maka mereka harus diusir ke luar kota. Tuan Kim pun setuju, dan dia menyuruh mereka untuk memperketat penjagaan arus keluar masuk ibu kota agar wabah Gwejil  tidak menyebar sampai ibu kota.
Walau rapat sudah selesai namun Tuan Kim  masih berdiskusi dengan dokter Yoo. Tuan Kim  memerintahkan agar para tabib/dokter tidak melaporkan atau membicarakan tentang wabah kepada Raja agar beliau tidak khawatir. Meskipun sebenarnya Raja juga sudah mengetahui perihal wabah tersebut. Tuan Kim berkata kalau sampai berita tentang  wabah ini sampai menyebar ke ibu kota maka merekalah yang akan  bertanggung jawab pada  rakyat dan negara sehingga kerugiannya tidak sedikit. Dokter Yoo mengangguk mengerti dengan maksud yang disampaikan Tuan Kim. Sepertinya yang dimaksud kerugian adalah karena mereka bisa saja kehilangan kekuasaan karena masalah tersebut. Tuan Kim tiba-tiba terpikir tentang  Jin Hyuk. Lalu  dokter Yoo mengusulkan agar Jin Hyuk diberi kepercayaan untuk mengatasi wabah ini. Ada yang aneh dengan Dokter Yoo, kenapa dia tiba-tiba mempercayakannya pada Jin Hyuk.  
Sesampai di rumah, Young Rae sudah ditunggu oleh Nyonya Hong, Young Hwi dan Kyung Tak yang khawatir Young Rae tidak pulang-pulang. Young Rae pun  langsung megambil  air dan membasuh wajahnya. Nyonya Hong yang khawatir bertanya kenapa Young Rae baru pulang. Young Hwi pun bertanya kenapa  Young Rae ketakutan seperti itu. Karena tidak ada jawaban dari Young Rae, Kyung Tak punbertanya pada Jin Hyuk apa yang terjadi. Jin Hyuk menjawab kalau  tadi di jalan mereka bertemu dengan orang yang terkena diare dan sepertinya penyakit itu  bukan penyakit biasa. “Gwejil,” kata Young Rae yang akhirnya berbicara dan dia masih ketakutan. Semua terkejut. 
Young Rae langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di kamar dengan raut yang masih ketakutan. Sepertinya Young Rae trauma terhadap gwejil ini.

 Kyung Tak memberitahu pesan dokter Yoo  pada Jin Hyuk, yang diperintah untuk pergi ke Hwal In Seo (sejenis puskesmas) untuk mengatasi wabah ini. Kyung Tak juga meminta mereka semua untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Setelah itu, Kyung Tak lalu pamit pergi. Jin Hyuk pun terus memikirkan tentang “Gwejil”.

 Kyung Tak melakukan  apel malam dan meminta kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan, dia juga berpesan pada warga jika ada yang menderita penyakit ini segera lapor ke Pocheong (kantor polisi). Selain itu Jalur keluar masuk kota juga akan diperketat.  Tiba-tiba ada seseorang yang muntah. Melihat itu Kyung Tak langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa orang tersebut.
Gwejil adalah sejenis penyakit yang kalau sekarang bisa disebut dengan nama kolera, dan penyakit itu adalah salah satu penyakit menular yang ganas. Gwejil atau kolera bisa disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi. Gejalanya adalah diare, muntah-muntah, disertai oleh kejang otot. Jika tidak diobati pasien mengalami kesulitan buang air kecil. Akhirnya akan terjadi dehidrasi. Seluruh tubuh akan menjadi berkerut dan mata menjadi tirus. Setelah terjangkit beberapa hari pasien akan meninggal. Walaupun di zaman modern penyakit ini sudah hampir tak pernah terdengar lagi, tapi di zaman Joseon semua orang tidak tahu sama sekali penyebabnya. Juga belum ditemukan cara pengobatannya. Karena itu apabila terjangkit wabah ini puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang akan meninggal. Ini adalah wabah penyakit yang menakutkan. Sekarang ini, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, hmmm.... apakah Jin Hyuk tau cara penyembuhannya... karena notabennya, pengetahuan dia jauh lebih maju ketimbang yang lain.

Tiba- tiba pelayan keluarga Hong datang dengan panik. Ia memberitahu pada Nyonya Hong kalau ada tetangga mereka yang meninggal karena gwejil dan ada juga yang sudah  dibawa ke Pocheong. Nyonya Hong langsung menyuruh pelayannya untuk menyiapkan darah sapi. Mendengar yang ibunya perintahkan, Young Hwi tanya apa itu untuk pencegahan. Nyonya Hong membenarkan. Ia juga ingat ia masih memiliki jimat yang belum dipakai.

Untuk mengetahui apa yang terjadi,  Jin Hyuk memutuskan untuk  pergi. Young Hwi bertanya, apa Jin Hyuk benar-benar akan pergi ke Hwal In Seo. Jin Hyuk membenarkan. Young Hwi memberitahu kalau  sebenarnya Hwal In Seo adalah tempat pertemuan para dukun. Young Hwi menyarankan agar Jin Hyuk tidak pergi ke sana. Namun Jin Hyuk tetap ingin membantu. Young Hwi pun tidak bisa mencegah niat Jin Hyuk lagi ketika mendengar jawaban Jin Hyuk. Ia menawarkan diri untuk mengantarnya sampai ke gerbang kota.
Mendengar Jin Hyuk memilih pergi, Young Rae menjadi cemas . Ia mencegah Jin Hyuk untuk pergi ke sana karena ia bisa terjangkit penyakitnya dan mati. Jin Hyuk berkata jangan khawatir. Jin Hyuk berkata asal menjaga kebersihan, memasak air hingga matang, dan menutup mulut jika bertemu penderita maka mereka akan terhindar dari gwejil. Jin Hyuk akhirnya tetap pergi diantar oleh Young Hwi. Melihat sikap Young Rae yang seperti itu,  Young Hwi meminta Jin Hyuk bisa mengerti akan sikap adiknya. Ia bercerita kalau  5 tahun yang lalu ayahnya meninggal karena gwejil. Segala macam pengobatan telah dijalani bahkan mereka juga telah mengundang shaman (dukun) yang terkenal. Namun semua usahanya  gagal. Semua menyerah kecuali Young Rae. Ia lah yang masih tetap berada di sisi ayahnya sampai ayahnya meninggal dunia.

 Akhirnya mereka sampai di gerbang kota. Karena jalan diblokir maka Young Hwi hanya bisa mengantar sampai di sini. Young Hwi meminta Jin Hyuk memikirkan lagi keputusannya untuk membantu para korban gwejil. Jin Hyuk pun meyakinkan dia atas kebulatan tekadnya untuk membantu para korban Gwejil, dan Jin Hyuk pun meminta Young Hwi menyampaikan pesannya untuk Young Rae untuk tidak khawatir. Akhirnya Young Hwi hanya berkata agar Jin Hyuk bisa menanggulangi penyakit ini.
Jin Hyuk sampai di Hwal In Seo. Jin Hyuk tercengang melihat para korban yang jatuh bergelimpangan dan tidak ada yang merawatnya. Jin Hyuk bertemu dengan para tabib dan memberitahu kalau  ia di sini karena diberi perintah  untuk membantu mereka. Namun mereka malah menyuruh agar Jin Hyuk pergi menyelamatkan diri. karena mereka sendiri sedang bersiap-siap pergi meninggalkan Hwal In Seo. Jin Hyuk pun bertanya siapa yang bertanggung jawab di sini.
Jin Hyuk pergi menemui seorang tabib. Ia menemui tabib Heo yang sedang berusaha mengobati korban. Jin Hyuk pun memberitahu tabib Heo kalau dia sudah  diberi perintah  untuk membantu mengatasi wabah gwejil. Tabib Heo pun berkata kalau ia sudah mendengar akan berita kedatangannya. Jin Hyuk heran dengan cara pengobatan tabib Heo yang hanya memakai jimat. Setelah mengucapkan beberapa mantra, tabib Heo  lalu menempelkan jimat bergambar kucing pada perut pasien dan selesai.  Ia lalu memanggil pasien berikutnya. (waduuuuuh... aneh-aneh aja, pengobatannya... jelas aja gak akan sembuh...)

 Di rumah keluarga Hong, pelayan menyebarkan darah sapi ke sekitar rumah. Sedangkan Nyonya Hong memasang jimat. Melihat semua itu, Young Rae berkata hanya dengan memakai jimat dan darah sapi tidak akan mencegah wabah tersebut. Nyonya Hong memintanya untuk tidak sembarangan bicara. Ia lalu menyuruh pelayan untuk menyiram darah sapi ke gudang dan kamar mandi. (hhehehe... yang ini lebih aneh lagi....)
Jin Hyuk masih berusaha membujuk tabib Heo untuk menghentikan cara pengobatannya yang salah. Tapi Tabib Heo masih yakin dengan cara pengobatannya benar dan tidak menggubris kata-kata Jin Hyuk. Jin Hyuk menjadi kehilangan kesabaran. Dia pun marah-marah pada tabib Heo, karena melakukan cara yang salah. Menurut tabib Heo penyebab gwejil adalah tikus berumur 20 tahun sehingga dengan menempelkan jimat kucing bisa mencegah penyakit ini. Karena kesal Jin Hyuk membuang jimat itu. Tabib Heo menjadi marah. Ia bilang tidak ada pengobatan gwejil. Jin Hyuk bilang gwejil tidak disebabkan oleh iblis atau setan tetapi disebabkan oleh bakteri kolera. Tabib Heo tidak tahu apa itu kolera. Jin Hyuk pun menjelaskan kalau asalkan bakteri kolera dikeluarkan dari tubuh dan kita minumkan air yang bersih penderita bisa sembuh.
Tabib Heo langsung menertawakan penjelasan Jin Hyuk, begitu juga yang lain. Tabib Heo juga menjelaskan kalau 5 tahun yang lalu banyak yang meninggal karena gwejil, tapi dia tidak terkena, dan dia mengaku kalau itu karena dia menempel jimat kucing di tubuhku. Diapun memperlihatkan jimat kucing itu, dia mengatakan lagi karena jimat itulah dia tidak terkena oleh.... belum sempat tabib Heo mneyelesaikan kata-katanya, dia langsung muntah-muntah, semua orang kaget, dan mereka lari karena mengira tabib Heo terkena gwejil.... hehhe.. syukuriiiiiiin... uups!
Ha Eung mampir ke tempat gisaeng, diapun meminta Choon Hong untuk menuangkan teh padanya, karena dia sudah datang.  Choon Hong berkata kalau orang yang ingin ia temui adalah Jin Hyuk. Ha Eung berkata untuk membela diri kalau dia hanya kalah cepat dengan Jin Hyuk, karena sebenarnya dia mau menolong Choon Hong tapi sudah kedulian sama jin Hyuk, Ha eung juga mengatakan kalau sebenarnya ia ingin mengajak Jin Hyuk tapi Jin Hyuk malah pergi ke Hwal In Seo untuk menanggulangi wabah gwejil. Mendengar kata-kata gwejil  Choon Hong terkejut. Ha Eung membenarkan. Ha Eung meragukan jika Jin Hyuk dapat mengatasinya. Menurutnya gwejil bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan dengan pengobatan. Choon Hong pun membela Jin Hyuk yang yakin pada kemampuan Jin Hyuk, tapi Ha Eung malah mengatakan kalau Jin Hyuk bukanlah seorang dokter. Ha Eung juga mengatakan kalau Hwa Ta (dokter cina yang terkenal di zaman dinasti Han) saja tidak bisa menanggulangi wabah gwajil, apalagi Jin Hyuk.  
Choon Hong bertanya pada gisaeng yang lain siapa pejabat yang datang. Gisaeng itu menjawab Kim Beok Yi (anak buahnya  Tuan Kim) dan Kim Dae Gun (anak sulung Tuan Kim). Gisaeng itu juga menjelaskan kalau  mereka datang untuk membicarakan hal yang penting dan tidak bisa diganggu.  Beok Yi dan Dae Gun keluar dari rumah gisaeng dan berpapasan dengan Choon Hong dan Ha Eung. Choon Hong dengan ramah menawari mereka minum.  Sebelum pergi Dae Gun mengatakan kalau dia masih ada urusan dengan Choon Hong yang akan dia bicarakan, namu karena masih ada urusan kenegaraan, sehingga dia akan bertemu lagi dengan Choon Hong nantii. Ha Eung pun basa-basi dengan mengatakan, apakah ada yang bisa dia bantu. Mendengar itu Beok Yi pun menyindir, kalau mana mungkin mereka berani meminta bantuan dari Jongchin (Jongchin adalah keturunan raja yang tidak memiliki kekuasaan). Ha Eung merasa ada sesuatu yang mereka rencanakan, dan tidak segan-segan diapun mengatakan kalau  mereka jangan-jangan sungkan-sungkan. Asal demi negara dan keluarga kerajaan, menyemplung dalam bara api pun Ha Eung  mau. Dan kalau ada keuntungan mereka  nikmati bersama.

 Tiba-tiba ada anak kecil yang sudah berdiri di depan mereka. Myeong Bok (anak kedua Ha Eung). Myeong Bok memberi hormat pada mereka. Dae Gun lalu mengambil buku Myeong Bok. Dari buku sekolah Myeong Bok Dae Gun mengetahui kalau Myeong Bok bersekolah di Seo Dang yang tak lain adalah sekolah swasta. Myeong Bok meminta bukunya dikembalikan. Namun Dae Gun tidak mau mengembalikan. Ia malah membaca buku tersebut, dan mengetahui kalau Myeong Bok sudah belajar meteri tingkat universitas, dan dengan nada mengejek Dae gun mencemooh Ha Eung dengan membenarkan berita kalau anak kedua Ha Eung adalah anak yang cerdas. 
Tapi diluar dugaan,  Ha Eung malah merebut buku itu dan merobek-robeknya. Dia juga memarahi anaknya, karena seorang Jongchin tidak akan bisa jadi pejabat, jadi buat apa sekolah. Myeong Bok hanya bisa memanggil ayahnya dengan nada sedih.  Ha Eung juga mengancam Myeong Bok, kalau dia ke Seo Dang lagi, dia akan mematahkan kaki anaknya itu.  Myeong Bok merasa kecewa dan berlari pergi. (yang jadi Myeong Bok, sama seperti yang jadi anaknya Dong Yi... karakternya juga gak jauh beda,,, sama-sama jadi anak yang sangat cerdas,, melebihi kemampuan anak seumurannya) Beok Yi mengejek Ha Eung  lagi, karena dia yang hanya bisa membenci diri sendiri karena dilahirkan sebagai Jongchin. Dae Gun menambahi, Semakin pintar Jongchin semakin buruk nasibnya.
Kembali lagi pada Jin Hyuk yang membawa tabib Heo ke Hwal In Seo. Ia meminta tolong pada tabib-tabib lainnya untuk merawat tabib Heo. Namun tidak ada seorang pun yang bersedia. Mereka semua malah akan pergi meninggalkan Hwal In Seo. Tiba-tiba ada yang memanggil Jin Hyuk. Rupanya itu adalah ayah Sik A yang datang. Merekapun  lalu pergi ke desa To Mak.
Mereka tiba di rumah Sik A. Ibu Sik A juga terkena wabah gwejil. Jin Hyuk meminta Sik A dan ayahnya keluar. Jin Hyuk lalu meminta semua warga untuk mengumpulkan para penderita gwejil ke rumah Sik A. Ia juga meminta warga untuk menyediakan air, gula dan garam. Jika tidak ada gula, maka sirup dan madu juga bisa. Jin Hyuk meminta mereka untuk bergerak cepat. Jin Hyuk dan warga mengumpulkan para penderita di satu rumah. Ia menyediakan tempat untuk muntah dan pakaian kotor. Ia juga membuat batas berupa tali yang mengelilingi rumah agar warga tidak memasuki area penderita termasuk hewan peliharaan. Ia meminta para warga untuk membakar atau menimbun dalam tanah pakaian yang pernah dipakai penderita. Begitu juga makanan dan minuman harus bersih. Apabila bersentuhan dengan penderita tidak peduli secepat apapun harus langsung cuci tangan.
Ayah Sik A menyerahkan air gula, garam dan sirup. Jin Hyuk memintanya untuk mencari tempat agar penderita dapat berbaring. Ayah Sik A lalu meminta yang lain untuk membantunya memotong kayu. Jin Hyuk lalu memasak air. Dia harus membuat larutan yang sebisa mungkin mirip dengan cairan tubuh untuk diminum.
Balik lagi dengan  Ha Eung yang berjalanan sempoyongan dan mengomel  tidak keruan karena mabuk. Pelayannya datang menghampirinya.  Pelayannya berkata kalau ada sesuatu yang aneh yang terjadi pada Myeong Bok. Ha Eung kaget. Ia langsung pulang ke rumah dan menemukan Myeong Bok muntah-muntah. Sepertinya dia terkena gwejil. Ha Eung langsung menggendong  Myeong Bok pergi.
Tuan Kim dan para pejabat lain sedang rapat. Dokter Yoo melaporkan kalau situasi di ibukota sudah terkendali. Namun yang menjadi masalah adalah yang di luar kota. Penderita gwejil semakin bertambah dan para tabib di Hwal In Seo mengundurkan diri. Tuan Kim  bertanya bagaimana dengan Jin Hyuk. Dokter Yoo berkata kalau  Jin Hyuk sekarang sedang sendirian di desa To Mak tapi sepertinya juga ia tidak berhasil menanggulangi. Tuan Kim  lalu bertanya bagaimana dengan alur keluar masuk. Kyung Tak melaporkan kalau  semua pintu masuk telah disegel. Semua orang dan barang tidak diizinkan masuk. Tapi akibatnya persediaan mereka terbatas. Dan ada orang yang memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan. Beok Yi dan Dae Gun merasa terancam, mendengar laporan itu. Karena itu,  Beok Yi mengalihkan perhatian dengan berkata masalah yang terpenting sekarang adalah membasmi wabah bukan menangkap penjahat. Sedangkan Dae Gun malah menuduh Kyung Tak mencari muka di hadapan mereka. Tuan Kim  menengahinya dengan mengatakan kalau mereka harus memprioritaskan masalah. Ia menyuruh Kyung Tak untuk meningkatkan keamanan dalam kota.

Selesai rapat, Dae Gun mengejek Kyung Tak yang besar mulut, dia juga mengatakan hal yang menyakitkan kalau sekali anak haram tetap anak haram. Tidak peduli bagaimanapun Kyung Tak  berusaha mengubah tembikar, tidak akan berubah menjadi tembaga.  
Lalu mereka mendengar ada keributan. Ternyata itu adalah Ha Eung yang membawa anaknya yang sakit untuk menemui dokter Yoo. Dokter Yoo datang dan terpaksa memeriksanya dengan malas-malasan. Ia kaget karena ternyata Myeong Bok terkena gwejil. Segera ia memerintahkan pengawal untuk menyeret mereka.  Ha Eung memohon pada Tuan Kim untuk memberi perintah pada dokter Yoo untuk merawat anaknya. Namun dengan angkuhnya Tuan Kim hanya berkurang satu jongchin saja tidak perlu ribut-ribut seperti ini dan dia menyuruh pengawal untuk segera seret penderita gwejil ke luar kota.

Para pengawal segera menyeret Myeong Bok. Namun Ha Eung mencegah mereka membawa Myeong Bok. Pengawal  tetap berusaha menyeret Myeong Bok. Bahkan mereka memukuli Ha Eung yang memeluk Myeong Bok. Kyung Tak tidak tega melihatnya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ha Eung dan putranya berhasil diseret keluar. Ha Eung lalu memeluk Myeong Bok dan berjanji untuk menyelamatkannya. Ha Eung lalu ingat perkataan Choon Hong tentang Jin Hyuk.

 Young Rae dan pelayannya yang bernama Bu Nim pergi ke perbatasan kota untuk melihat situasi. Bu Nim membujuk Young Rae untuk pulang agar mereka tidak dimarahi Nyonya Hong. Young Rae bilang mereka hanya melihat sebentar setelah itu pulang. Sampai di perbatasan mereka melihat para warga di luar kota menyerbu masuk. Kebanyakan dari mereka memang rakyat miskin. Penjaga gerbang kota sampai kewalahan menahan mereka masuk. Dan akhirnya, para warga berhasil masuk. Para penjaga segera memukuli mereka. Situasinya benar-benar kacau. Young Rae dan Bu Nim ketakutan melihat apa yang terjadi di hadapan mereka. Karena banyaknya orang merekapun  menjadi terpisah.

0 comments:

Post a Comment

 

Posts Comments

©2006-2010 ·TNB