Sinopsis Dr. Jin Episode 1 (part 2)

Sunday, June 17, 2012

Nyambung ke sinopsis episode 1 part 2... Dimana terakhir kemarin diceritakan kalau Jin Hyuk terbangun dari tidurnya, dan dia masih berada di zaman Joseon. Dan Jin Hyuk baru menyadari kalau dia sekarang berada di zaman Joseon, setelah dia menanyakannya pada Ha Eung, orang yang telah menolongnya saat akan terjatuh dari jurang.
Jin Hyuk masih tidak mengerti dan percaya kalau dia berada di zaman Joseon, setiap dia bertanya dan minta penjelasan pada Ha Eung, tapi semua pertanyaan yang Jin Hyuk tanyakan, bagi Ha Eung adalah pertanyaan aneh, dan dia menganggap Jin Hyuk itu orang gila. Karena tidak tahu harus berbuat apa, masih dengan rasa tidak percaya, Jin Hyuk mengikuti Ha Eung menuruni gunung, dia juga melihat orang-orang yang sedang membawa air. Kemudian Jin Hyuk jatuh lemas saat dia melihat rumah penduduk masa Jeseon. Jin Hyuk mencoba mencabut rambutnya untuk memastikan apakah ini adalah mimpi... Dan ternyata dia merasa sakit... Jin Hyuk sekarang berada di zaman Joseon..
 
Ternyata para Prajurit yang mengejar Jin Hyuk tadi malam, melapor pada Kyung Tak kalau perampok yang melarikan diri itu hilang saat mereka mengejarnya. Kyung Tak segera memerintak prajuritnya untuk pergi ke Dahwaeso (Lembaga Lukisan Kerajaan) dan membawa seorang pelukis.

Kyung Tak tidak ingin begitu saja kehilangan penjahat, (yaaah... Jin Hyuk akan menjadi buronan, karena dia masih disangka sebagai kawanan perampok yang ditangkap Kyung Tak semalam). Kyung Tak masih ingat betul dengan wajah Jin Hyuk, dan ia ingin pelukis menggambarnya dengan ciri-ciri yang dia sebutkan. Setelah gambar itu selesai, kemudian disebarkan di kota dan bagi siapa yang menangkapnya akan dihadiahkan 100 nyang.
Ha Eung membawa Jin Hyuk kepemukiman warga, saat ia sampai di pasar, semua orang melihatnya aneh dengan penampilan berbeda. Jin Hyuk pun sadar itu semua karena penampilannya yang berbeda. Ha Eung melihat kerumunan warga yang sedang membaca pengumuman untuk mencari Jin Hyuk. Ha Eung terkejut setelah membacanya, diapun langsung mencari Jin Hyuk. Melihat Jin Hyuk, dia langsung menariknya agar tidak menarik perhatian warga dan dia juga mengusir anak-anak yang mengikuti Jin Hyuk.
setelah menyuruh Jin Hyuk tenang, Ha Eung berkata kalau Jin Hyuk tidak bisa berkeliling seperti ini, karena mereka akan mengira kalau Jin Hyuk adalah anggota geng Gaechaban. Ha Eung mengira Jin Hyuk pasti akan mendapatkan masalah serius, karena itu dia mencari Jin Hyuk. Ha eung mengajak Jin Hyuk mencari makan dulu. Jin Hyuk mengatakan ia tidak apa-apa. Tapi perutnya bunyi tanda lapar, hehehe. Melihat penampilan Jin Hyuk, Ha Eung tersadar ia pun berisiniatif mengganti pakaian Jin Hyuk, ia pun mengambilkan pakaian warga yang sedang dijemur untuk dipakai Jin Hyuk.
Dengan berpenampilan layaknya warga Joeson lainya, Jin Hyuk dapat berjalan bebas di pasar. Saat berjalan bersama Ha Eung mengatakan kalau dia akan membantu menyelesaikan masalah Jin Hyuk, dan yang harus dia lakukan sekarang hanya mengikuti apapun yang Ha Eung katakan. namun ketika Ji Hyuk akan menceritakan apa yang sudah terjadi padanya, tiba-tiba mereka dihadang oleh tiga orang. Ketiga orang tersebut adalah anak buah Joo Pal Yi yang bertugas membawa Ha Eung ke hadapan bos mereka.
Ha Eung dibawa menghadap Pal Yi di sebuah kedai, saat bertemu dengan Pal Yi, Ha eung tanpa segan-segan menyapanya. Pal Yi pun langsung mengatakan kalau Ha Eung harus membayar hutangnya sebelum terjadi sesuatu yang buruk padanya karena ia menganggap Ha Eung adalah orang yang sangat penting.

Ha Eung pun mengatakan kalau orang yang dibawanya Jin Hyuk adalah pundi uang untuk dirinya. Karena jika dia membawa Jin Hyuk ke penjaga di Pojung ia akan mendapatkan uang 100 nyang, dan setelah ia mendapatkan uangnya, dia akan membayar lunas hutangnya, dan itu semua jika Pal Yi mau menunggu besok, kalau dia mau Ha  Eung membayar hutangnya.. (waduuuuh..... Ha Eung itu orang jahat yaaah.... Kasian Jin Hyuk). mendengar itu, Pal Yi hanya tertawa, tentu saja dia menolaknya. Pal Yi lalu mengatakan kalau sekarang hutang Ha Eung lunas dan dia bisa pergi sekarang. Ha Eung yang bingung dengan ucapan Pal Yi langsung menanyakan apa maksudnya. tidak peduli dengan pertanyaan dan kebingungan Ha Eung, Pal Yi langsung memerintahkan anak buahnya untuk melapor ke Pojung dan memanggil penjaga kalau orang yang dicari mereka ada di tempatnya.

Terang saja Ha Eung tidak terima itu semua. Karena hutang dia hanya 30 nyang sedangkan harga Jin Hyuk adalah 100 nyang. Pal Yi pun mengatakan kalau sisanya adalah bayaran atas bunganya. Melihat Pal Yi dan Ha Eung bersitegang, Jin Hyuk menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri, namu salah satu anak buah Pal Yi berhasil menggagalkan rencana melarikan dirinya. Pal Yi lalu memerintah anak buahnya untuk merawat Jin Hyuk yang seharga 100 nyang dan dia pun mengajak Ha Eung untuk makan sebelum dia pergi.
Pal Yi mencocokkan poster Jin Hyuk dengan wajah Jin Hyuk, dan saat itu Ha Eung sedang menikmati makanannya. Dan makanan penutup datang, Pal Yi mengajak anak buahnya makan kue beras. Kesal dengan Ha Eung yang lahapnya makan, Jin Hyuk pun berkata padanya, apakah Ha Eung masih bisa makan setelah menipu seseorang untuk membayar hutang. Namun Ha Eung juga menyangka kalau Jin Hyuk adalah seorang penjahat, jadi dia tidak akan merasa bersalah. Karena saat ditanya apa yang Jin Hyuk lakukan di hutan malam itu, Jin Hyuk tidak bisa mengatakan apa-apa. Tapi dia meyakinkan Ha Eung kalau dirinya adalah seorang dokter, tapi Ha Eung tidak bisa percaya pada Jin Hyuk.
Tiba-tiba Pal Yi yang sedang makan kue beras bersama anakbuahnya gemetaran, dia seperti tersedak, anak buahnya meminta Pal Yi memutahkan makanannya, tapi tidak bisa. Melihat Pal Yi seperti itu, Ha Eung menggunakan kesempatan itu untuk lari dan mengajak Jin Hyuk. Namun Jin Hyuk tidak mau, dia malah mendekati Pal Yi dan berusaha menolongnya, dia menggunakan alat medis yang ada di tasnya.

(huuuft,, maaf... Aq gak tega menceritakan bagian ini, sereeem... pake acara sobek-sobek leher..) setelah dilakukan pertolongan, akhirnya Jin Hyuk bisa menolong Pal Yi, dan Pal Yi pun akhirnya tersadar. Jin Hyuk lega karena pertolongannya berhasil, dan dia berkata kalau yang dilakukan hanya tinggal merawat lukanya. Pal Yi pun senang mendengarnya.
Namu sayang, para pengawal sudah datang, Ha Eung yang menyadarinya terlebih dulu langsung mengalihkan perhatian kalau ada api. Dia langsung menarik Jin Hyuk dan membawanya lari, tapi pengawal melihat mereka dan mengejarnya. Ha Eung membawa Jin Hyuk bersembunyi dibawah guci. Dan lagi-lagi pengawal kehilangan Jin Hyuk lagi.
Jin Hyuk pun bertanya, kenapa Ha Eung menyelamatkannya, Ha Eung pun mengatakan kalau dia yakin kalau Jin Hyuk bukan lah seorang  pembunuh, setelah apa yang ia lakukan pada Pal Yi. Kemudian pandangan Jin Hyuk beralih pada seorang gadis cantik yang mengenakan hanbok, dia memperhatikan gadis itu, dan ternyata gadis itu sangat mirip dengan Mi Na kekasihnya. Saat Ha Eung memuji cara Jin Hyuk mengobati seseorang, Jin Hyuk tidak mengiraukannya, dia malah mengikuti gadis yang wajahnya mirip dengan Mi Na, dan dia tidak sadar kalau dia sedang bersembunyi. Ha Eung yang memanggil-manggil Jin Hyuk, malah memecahkan sebuah guci, dan itu membuat penjaga melihat kearahnya, Ha Eung yang langsung berlari langsung dikejar oleh penjaga-penjaga itu.
Jin Hyuk yang tanpa sadar mengikuti gadis yang mirip dengan Mi Na. Tiba-tiba, Jin Hyuk kehilangan jejak gadis itu, saat gadis itu masuk kesebuah toko untuk mengantarkan hasil jahitannya. Nama gadis itu adalah Hong Young Rae dan merupakan putri dari mantan perdana menteri Hong, dia sedang membelanjakan uang dari hasil jahitannya tadi untuk membeli sembako yang akan dibawanya ke orang-orangdi To Mak. (hmmmm.... sifat yang persis sama juga dengan Mi Na yang hatinya selalu tergerak untuk membantu  orang-orang yang tidak mampu..). Pelayan yang menemaninya mengingatkan Young Rae, kalau saja ibunya tahu apa yang dia lakukan, pasti dia akan ditegur. Tapi Young Rae tidak memperdulikan kata-kata pelayannya itu, dia malah menyuruh pelayannya untuk pulang.
Saat Young Rae berjalan, langkahnya terhenti saat dia mendengar suara Kyung Tak yang memarahi pengawalnya. Kyung Tak marah pada mereka karena tidak berhasil menemukan Jin Hyuk, dia pun memerintah pengawalnya untuk menangkap siapa saja yang mencurigakan. Young rae lalu menghampiri KyungTak, melihat Young Rae, Kyung Tak langsung tersenyum padanya dan memberi salam. Kyung Tak menanyakan tentang Young Hwi kakak Young Rae, dan Young Rae mengatakan kalau kakaknya itu sedang beristirahat dirumah setelah melaksanakan ujian pegawai negari. Kyung Tak lalu menanyakan apakah Young Rae akan pergi ke To Mak, saat Young Rae mengiyakan, Kyung Tak langsung menyuruh pengawalnya untuk membantu Young Rae. Young Rae berusaha menolak namun Kyung Tak tetap akan menyuruh pengawalnya dengan alasan sebagai calon istrinya Young Rae jangan membuatnya khawatir.
Setelah Young Rae pergi, Kyung Tak berlatih menembak dengan senjata apinya, namu tembakannya meleset terus. Tiba-tiba ada seseorang yang mengatakan kalau bahu Kyung Tak terlalu tegang, suara itu adalah suara Tuan Kim Byung Hee, dan dia adalah ayah Kyung Tak. Kyung Tak bertanya kenapa dia berada disini, tapi Tuan Kim malah balik tanya dengan menanyakan apakah Kyung  Tak tidak akan beristirahat sampai dia bisa menemukan pemyusup yang dapat kabur malam itu. Kyung Tak mengiyakan. Tuang Kim melihat kuda Kyung Tak yang tidak bisa tenang (mungkin karena senter Jin Hyuk yang diarahkan pada matanya). Kyung Tak hanya mengatakan pada ayahnya kalau kudanya mungkin takut karena pertempuran yang terjadi malam itu.

Tuan Kim mengingatkan Kyung Tak kalau bandit Moo Myoung Gye adalah bandit yang tidak bisa dianggap remeh, karena banyak dari keluarga bangsawan yang sudah menderita ditangan mereka. Selain itu orang-orang mulai menuntut para pejabat pemerintahan untuk bertanggung jawab atas ketidak mampuan mereka dalam menangani mereka. Kyung Tak pun langsung meminta maaf karena dia belum bisa menyelesaikan masalah itu. Masih tentang bandit Moo Myoung Hye, Tuan Kim mengatakan kalau mereka mulai berani mempermalukannya dengan berani menyerang upeti yang akan diserahkan kepadanya, padahal mereka sudah menghindari dengan menggunakan jalan lain, namun bandit itu tetap bisa tahu. Tuan Kim bertanya apa arti dari semua itu. Kyung Tak menjawab kalau bandit Moo Myoung Gye itu tidak akan bisa dianggap enteng oleh karena itu dia mengirim mata-mata untuk menginvestigasi disetiap sudut kota. Dan Kyung Tak juga menambahkan petugas keamanan untuk  inspeksi disana. Tuan Kim lalu mengatakan kalau inspeksi bukan jalan keluar untu mengatasiny, karena mereka selalu bisa meloloskan diri. tapi Kyung Tak tidak punya cara lain lagi kecuali ini.

Tuan Kim lalu mengatakan kalau walaupun Kyung Tak hanya anak dari salah satu selirnya, namun dia masih tetap keturunannya. Mendengar itu Kyung Tak merasa terharu. Tuan Kim juga mengatakan kalau bawahan Kyung Tak diserang, sama artinya, mereka juga menyerang Kyung Tak, dan jika Kyung Tak diserang itu sama artinya mereka juga menyerang Tuan Kim. Dan Tuan Kim juga menyimpulakan kalau itu berarti mereka sudah mencari gara-gara pada Tuan Kim dan Kyung Tak, dan itulah alasan mengapa mereka tidak bisa membiarkan bandit-bandit iitu. Kyung Tak mengiyakan perkataan ayahnya.
Tuan Kim juga memberitahu bagaimana cara menghabisi para bandit itu, jika diibaratkan, bandit itu seperti kuda, jika kuda tidak tenang, lalu dia dibiarkan pergi, maka dia akan berkeliaran sendiri, karena itu Kyung Tak harus tegas mengikat leher kuda itu kalau Kyung Tak mau mengontrolnya. Kekuatan adalah politik, dan kekuatan itulah yang dipegang keluarga mereka selama bertahun-tahun ini. Tuan Kim lalu bersiap menembak ke papan tembak, namu Tuan Kim lalu mengarahkan pistolnya ke arah kuda dan dia menembak tepat dimatanya. Kyung Tak terkejut dibuatnya, kuda pun roboh dan mati. Tuan Kim lalu menambahkan kekuasaan 60 tahun tidak terjadi dengan sendirinya. Ayah Kyung Tak mengajari Kyung Tak untuk langsung menembak mati para bandit-bandit itu.
Ditempat lain ada seorang Gisaeng yang bernama Choong Hoon, dan dia dapat meramalkan sesuatu, ia juga dapat mengetahui kalau sudah ada seseorang yang istimewa sudah datang di Joseon. (hmmmm... liat ne onnie,, inget ma Dong Yi...)

Orang yang dimaksud itu adalah Jin Hyuk. Jin Hyuk sendiri sedang bersembunyi diluar salah satu rumah warga, ia lalu mengeluarkan cincin yang akan dia berikan pada Mi Na. (waaaah,,, ternyata cincinnya dibawa juga..) apeesnya, dia ketahuan oleh salah satu warga, dia pun langsung pergi. Tak jauh dari tempat Jin Hyuk, para bandit beraksi lagi di rumah bangsawan, namun Kyung Tak yang sudah tahu rencana mereka langsung menembak mereka semua. Perkelahian pun terjadi.
Jin Hyuk tidak sengaja menabrak salah satu warga yang kepalanya terluka. Jin Hyuk pun langsung meminta maaf dan menanyakan keadaan orang yang dia tabrak. Tapi orang itu malah tiba-tiba pingsan. Salah satu warga yeng mendengar keributan diluar langsung keluar  rumah untuk melihat apa yang terjadi, dia melihat Jin Hyuk dan orang yang terluka itu, warga itu pun mendekati mereka, dia mengenali orang yang kepala nya terluka, orang itu adalah sarjana Hong. Jin Hyuk pun langsung meminta warga itu untuk menunjukkan dimana rumah sarjana Hong, agar bisa cepat diobati.

Sarjana Hong lalu digendong oleh Jin Hyuk, dan mereka diantar warga itu untuk pergi kerumah sarjana Hong. Sesampai dirumahnya, warga itu langsung memanggil pemilik rumah, dan yang keluar adalah ibu dari sarjana Hong.
Nyonya Hong, terkejut melihat putranya terluka. Sarjana Hong itu bernama Young Hwi, hmmm.... seperti nama yang ditanya sama Kyung Tak tadi...  ternyata benar ketika ibunya memanggil-manggil nama Young Hwi, Young Rae keluar dari rumah dan memanggil kakaknya juga.
Melihat Young Rae, membuat Jin Hyuk benar-benar terkejut, dia syok melihat Young rae dari dekat, karena dia begitu mirip dengan Mi Na kekasihnya yang sedang koma.

0 comments:

Post a Comment

 

Posts Comments

©2006-2010 ·TNB