Sinopsis Time Slip Dr. Jin Episode 3 ( part 2 )

Thursday, June 21, 2012

Drama Korea Time Slip dr. Jin episode 3 sudah ditayangkan di korea pada tanggal 2 Juni 2012, dan sinopsisnya kemarin baru saya tulis bagian pertama nya saja, dan sekarang akan saya teruskan ke sinopsis episode 3 bagian keduanya. Untuk teman-teman yang belum tahu cerita sebelumnya, bisa baca disini, Sinopsis time slip dr. Jin episode 3 (part 1) .
Young Rae yang lama menunggu memutuskan untuk pulang karena belum mendapat giliran untuk bertemu dengan Tuan Kim, tak disangka Kyung Tak malah menarik tangan Young Rae, dan Kyung Tak berkata "Tuanku, keluarga Pejabat Hong telah datang untuk memberi hormat!,". Young Rae tidak nyaman dengan cara yang dilakukan oleh Kyung Tak, karena dia merasa itu tidak sopan.
Tiba-tiba suasana menjadi tegang saat Dae Gun mengebrak meja karena sikap  Kyung Tak yang dirasanya tidak sopan (bukannya kalau seperti itu, dia yang tambah tidak sopan,, hadeeeeuuuh). Tuan  Kim langsung  menenangkanya dan melanjutkan acara dan dengan sopan menanggapi kehadiran Young Rae. Dia pun menerima buah tangan dari ibu Young Rae. Begitu melihat isi dari buah tangan tersebut, para penjabat tertawa menghina. Tuan Kim juga menghina hadiah dari ibu Young Rae yang berupa kue manis. Semua tamu pun tertawa mengira Young Rae datang untuk meminta jabatan untuk kakaknya yang belum juga lulus ujian negara. Young Rae jadi pucat  menghadapi hinaan mereka.

Kyung Tak yang tidak terima kekasihnya di hina, diapun membelanya dengan berkata kalau Young Rae datang bukan untuk meminta jabatan, tapi karena Kyung Tak yang memintanya datang untuk memberi hormat pada ayahnya. Sebagai seorang calon istri Kyung Tak, sudah tentu Youn g Rae  harus datang. Dae Gun yang tak suka dengan Kyung Tak langsung menyerang balik dengan mengatakan kalau  Young Rae sebagai keturunan bangsawan miskin memang tak banyak pilihan untuk calon suami, dan akhirnya memilih Kyung Tak yang hanya  anak selir. Young Rae yang sudah tak tahan dengan hinaan itu langsung memilih  pergi dan Kyung Tak mengikutinya.
Memecah suasana tegang, Ha Eung datang dalam keadaan mabuk. Dan bermaksud memberikan selamat kepada Tuan Kim. Dia juga dengan tidak malu-malu  memberikan tarian layaknya seperti orang gila di harapan mereka yang sekarang,  tertawa mengejek Ha Eung. Jin Hyuk pun memutuskan untuk pergi dari pesta itu.
Dengan perasaan sakit hati, Young Rae terus saja berjalan pergi. Kesal dengan Kyung Tak karena dirinyalah yang memaksa Young Rae untuk datang. Ternyata Jin Hyuk melihat mereka, tapi memutuskan pergi meninggalkan mereka berdua.
Dae Gun sedang berada di kapal bersama Chong Hong, dia  mengatakan  kalau dirinya ingin menebus Choon Hong dari rumah gisaeng dan menjadikannya selirnya, diimingi harta dan kekuasaan tak membuat hati Choon Hong bergeming. Dae Gun pun mulai merayu  dengan mengatakan kalau diaa rela mati demi Choon Hong. Mendengar kata-kata rela mati,  Choon Hong bangkit dan memeluk erat Dae Gun yang sudah kesenangan. Choon Hong ingin membuktikan kata-kata Dae Gun. Choong Hong  menceburkan diri bersama Dae Gun ke sungai. Dae Gun yang marah malah berusaha menenggelamkan Choon Hong, dan menyelamatkan dirinya sendiri. Choon Hong yang tidak bisa berenang tidak mampu menepi.
Semua orang  dikagetkan karena  teriakan Dae Gun. Jin Hyuk sudah kembali lagi ke pesta  sedangkan  Ha Eung sedang asik menari. Ketika  melihat Choon Hong yang hampir tenggelam Jin Hyuk tanpa berfikir panjang langsung berenang menyelamatkannya. Jin Hyuk berhasil membawa Choon Hong menepi, tapi dia sudah tak sadarkan diri, Jin Hyuk langsung memberikan nafas buatan. Ha Eung yag panik langsung terkejut, dia  mengira Choon Hong mati. Ha Eung terkejut dan mengatakan sedang apa Jin Hyuk ketika ia melihat Jin Hyuk berusaha mengembalikan detak jantung Choon Hong.
Kemudian semuanya berpaling ketika Jin Hyuk langsung memberikan nafas buatan. Young Rae yang ikut datang pun kaget. Tak berapa lama, Choon Hong sadar. Ha Eung langsung senang melihat Choon Hong sadar. Merasa berhutang budi Choon Hong pun mengundang Jin Hyuk untuk mampir ke tempatnya. Ha Eung yang mendengarnya pun jadi antusias. Namun sayang Jin Hyuk menolaknya begitu melihat Young Rae yang pergi menjauh. Jin Hyuk pun langsung mengejar Young Rae yang rupanya kesal dan salah paham dengan apa yang dilakukan Jin Hyuk, Young Rae mengira Jin Hyuk mencium wanita di depan umum. Jin Hyuk berusaha menjelaskan.

Tuan  Kim marah-marah atas perbuatan anaknya, Dae Gun sudah  memalukan dirinya hanya demi seorang wanita. Tak selang berapa lama, seorang petugas istana mengumumkan titah raja yang menyuruh para pejabat untuk segera datang menghadap.
Karena sudah tidak ada urusan lagi, Jin Hyuk pun memutuskan pulang bersama Young Rae. Di tengah jalan mereka bertemu dengan anak yang mengenal Young Rae, nama anak itu Sik A, dia sedang menemani ibunya berjualan sayur. Setelah bercakap-cakap sebentar dengan Young Rae, Sik A pun menghampiri ibunya yang sedang berjualan.
Tiba-tiba rombongan Dae Gun melintas dengan kudanya, ibu Sik A yang melihat kalau Sik A berada di jalan, bergegas menyelamatkan Sia A. Dan akhirnya dialah yang  tertendang kuda dan tak sadarkan diri. Dae Gun yang arogan tidak sedikitpun  menghiraukan perbuatannya yang dia lakukan. Begitu juga pejabat lainnya, yang sama tidak peduli dan meneruskan perjalanan.  Kyung Tak yang ikut rombongan tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya diam, dia menoleh sebentar dan lalu mengikuti Dae Gun.
Karena ibunya tak sadarkan diri dan berlumuran darah di bagian kepalanya, Sik A pun menangis tersedu-sedu. Young Rae yang melihat anak itu langsung mendekatinya dan menyakinkan Sik A kalau ibunya akan selamat karena Jin Hyuk seorang dokter. Jin Hyuk sadar ibu Sik A bisa diselamatkan karena hanya arteri yang pecah dan bisa di jahit. Dia pun meminta untuk memindahkan tubuh ibu Sik A.

Young Rae bergegas mengambil peralatan Jin Hyuk di rumahnya. Jin Hyuk sendirian dan dia lega saat  melihat Ha Eung dan menyuruhnya membantu memindahkan tubuh ibu Sik A. Sayang Ha Eung harus muntah dahulu karena ngeri melihat darah.  Sedangkan Young Rae terus saja berlari, untuk cepat sampai. Jin Hyuk dan  Ha Eung membawa ibunya  Sik A ke desanya yang letaknya cukup jauh. Young Rae tergesa-gesa mengambil peralatan Jin Hyuk tanpa menghiraukan pertanyaan dari ibunya. Akhirnya mereka sampai di desa To Mak, mereka terkejut begitu melihat kondisi desanya. Ha Eung mengatakan kalau dia baru pertama kali datang ke desa To Mak, walau dia sudah sering dengar dengan desa ini, dia pun beranggapan kalau tempat seperti ini tidak cocok untuk menjadi tempat tinggal.
Namun sayang,  Young Rae dirampok dan bungkusan Jin Hyuk diambilnya. Young Rae  tak mau pasrah begitu saja, karena dia tahu bungkusan itu sangat penting Young Rae pun mengejar laki-laki itu  sampai perampok itu terdesak di jalan buntu. "Barang itu adalah barang yang penting sekali. Cepat kembalikan padaku!," teriak Young Rae.
Rupanya ketua perampok itu adalah  orang yang pernah di tolong Jin Hyuk. Young Rae akhirnya nekat, dia mengeluarkan pisau, tapi pisau itu tidak diarahkannya pada si perampok, malah Young Rae arahkan  pisau ke lehernya sendiri. Pal Yi kaget atas kekeras kepalaan Young Rae. Merasa penasaran dengan bungkusan yang dibawa Young Rae, dia pun meminta anak buahnya untuk membuka. Anak buah Pal Yi terkejut saat melihat isi bungkusan itu, diapun mengatakan, "Sepertinya ini adalah bungkusan yang dibawa oleh tabib itu waktu berada di 'rumah anggur' waktu itu. Aku pernah melihatnya." Pal Yi yang merasa berhutang nyawa kepada Jin Hyuk menyuruh anak buahnya untuk mengantar Young Rae ke tempat Jin Hyuk berada.
Mereka berdua berlari cepat, sayang Young Rae yang kelelahan tak sanggup meneruskan. Dia pun menyuruh anak buah Pal Yi untuk berlari duluan dengan membawa peralatan Jin Hyuk. Di kediamaan Sik A, Jin Hyuk berkali-kali melihat jam, cemas melihat kondisi pasiennya. Dan di bantu oleh Ha Eung yang menyediakan air panas, walau dia masih agak-agak takut melihat darah. Anak buah Pal Yi akhirnya tiba, dan memberi tahu kalau Young Rae akan segera tiba. Tanpa menunggu lama lagi, Jin Hyuk memulai operasi menyelamatkan ibu Sik A. Begitu Young Rae tiba, Ha Eung dan  anak buah Pal Yi memilih untuk menunggu di luar. Melihat anak buah Pal Yi datang, Ha Eung pun sempat mencemoohnya, "Kaki yang biasanya dipakai untuk menipu dan merampok, malah dipakai untuk menolong orang," sindir Ha Eung. Mereka ribut sebentar sampai ayah Sik A datang.
Ayah Sik A masuk dan mengusir Jin Hyuk, dan dia bersikeras untuk tidak usah mengobati istrinya. Ayah Sik A mengatakan kalau hidup yang sama sekali tidak berarti ini, tidak ada bedanya dengan mati . Namun Jin Hyuk bersikeras untuk mengobatinya, tak tahan lagi ayah Sik A langsung mengambil palu, dengan cepat Sik A langsung melindungi ibunya. Ibu Sik A yang masih sadar meminta Jin Hyuk melakukan apa yang suaminya katakan, karena dia tidak punya uang untuk membeli obat, bahkan berkurang satu orang yang harus diberi makan di keluarganya, itu akan lebih baik, jadi Ibunya Sik A meminta Jin Hyuk untuk tidak menghiraukannya.
Tak tahan lagi, Jin Hyuk bangkit, berusaha menyakinkan ayah Sik A agar mau dan bersedia mengizinkan dirinya menyelamatkan istrinya. Tapi ayah Sik A tidak mengijinkannya, dan langsung mencengkram baju Jin Hyuk. Ayah Sik A mengatakan apakah Jin Hyuk tahu, hidup sebagai orang miskin tak ada bedanya dengan mati, karena hanya merasakan penindasan dari para bangsawan. Ha Eung yang mendengar itu langsung terdiam.  Namun Jin Hyuk sekali lagi menegaskan, mau itu bangsawan ataupun rakyat jelata, bagi Jin Hyuk mereka tetap saja pasiennya, begitu juga Sik A yang tidak ingin kehilangan ibunya, dia membujuk ayahnya agar mau menyelamatkan ibunya. Sik A pun mengatakan kalau dia rela menjadi budaknya untuk menebusnya... (oooooh... anak kecil ini membuatku terharuuuu....)  Hati ayah Sik A akhirnya luluh juga. Kejadian itu membuat Ha Eung dan Young Rae terharu, karena mereka masih tregolong seorang bangsawan, walau bukan bangsawan yang kaya raya, namu mereka masih bisa mencukupi semua kebutuhan mereka.
Jin Hyuk pun menyuruh semua keluar karena dia akan memulai pembedahan.  Jin Hyuk mulai menjahit luka ibu Sik A dengan bantuan  Young Rae. Buat mereka, hal yang lebih menakutkan daripada kematian adalah kemiskinan. Kehidupan yang tanpa impian dan harapan. Jin Hyuk jadi teringat kembali  saat  dirinya tak bersedia menolong pasien Mi Na hanya karena pasien itu tidak ada harapan dan juga miskin. Jin Hyuk beranggapan, mungkin ini adalah kesempatan kedua yang diberikan Tuhan padanya  untuk menolong orang untuk dapat terus hidup atau memberi harapan untuk tetap dapat bertahan hidup. Aku harus menggunakan kedua tanganku untuk mewujudkan  harapan tersebut. Young Rae yang mendampingi Jin Hyuk mulai cemas dengan  jari Jin Hyuk yang terluka karena  terkena paku yang terjatuh tadi. Namun Jin Hyuk tak menggubrisnya, dan tetap melanjutkan untuk menjahit luka ibu Sik A.

Penyelamatan yang dilakukan Jin Hyuk, akhirnya selesai sudah, ayah Sik A langsung membungkuk mengucapkan terimakasih pada Jin Hyuk, sedangkan Sik A langsung memeluknya. Young Rae tersenyum bahagia melihat akhir yang bahagia.

Saat akan pulang, Young Rae mengobati jari Jin Hyuk yang terluka. Young Rae pun merasa takjub dengan isi tas Jin Hyuk, dengan mengatakan kalau isi tas Jin Hyuk seperti memiliki kekuatan gaib, bisa menyelamatkan orang yang hampir mati. Jin Hyuk mengatakan punya tas ini juga belum tentu bisa menyelamatkan semua orang,  karena ada juga keadaan di mana pasiennya tidak tertolong, namun tidak peduli hasilnya akan bagaimana, misi seorang dokter adalah menyelamatkan nyawa pasien.
Mereka melanjutkan perjalanan pulang, dan Young Rae akhirnya meminta maaf atas kejadian salah paham dengan gisaeng. Dan akhirnya Jin Hyuk memberanikan diri bertanya tentang Kyung Tak, dia bertanya kalau Young Rae dan Kyung Tak sudah membicarakan tentang pernikahan. Young Rae menjelaskan itu semua keputusan ibunya, karena alasan ekonomi keluarga. Jin Hyuk merasakan kesedihan di mata Young Rae.
Mereka sampai di bukit dengan pemandangan kota Incheon. Mendadak Jin Hyuk berkaca-kaca teringat pada  kebersamaan dia dan Mi Na saat melihat senja di atas gedung rumah sakit. Persis sama dengan pemandangan dibukit itu.  Jin Hyuk menatap Young Rae. Dan berkata dalam hati... Mi Na... apakah dia ini adalah merupakan bayanganmu?
Mereka melanjutkan perjalanan pulang lagi dan tiba di kota, keadaan kota begitu sepi. Mendadak seorang pria berlutut di hadapan Jin Hyuk dan Young Rae, dia muntah-muntah. Mereka mengira orang itu hanya sakit perut biasa. Tapi, medadak wajah Young Rae terkejut,  begitu menyadari sesuatu....Gwejil.... Young Rae mengatakannya pelan dan dia mundur kebelakang.  

0 comments:

Post a Comment

 

Posts Comments

©2006-2010 ·TNB